Episode Details
Back to Episodes
13 Oktober 2026 - Selalu Bersyukur | Mazmur 107
Description
Selalu Bersyukur
Selasa, 13 Oktober 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
Mazmur 107
Sudahkah Anda bersyukur kepada Tuhan setiap saat? Seharusnya, kita bukan bersyukur karena kondisi kita selalu baik, melainkan karena TUHAN selalu baik. Kasih setia TUHAN tidak pernah meninggalkan kita, dan Ia tidak pernah merancangkan yang buruk terhadap diri kita. Inilah alasan yang membuat kita harus selalu bersyukur! Meskipun kondisi kita kadang-kadang terasa kurang baik, kasih setia Tuhan tidak dibatasi oleh kondisi buruk yang sedang kita alami.
Bacaan Alkitab hari ini adalah lanjutan dari Mazmur 106. Mazmur 107 ini menjawab pergumulan yang dialami umat TUHAN dalam Mazmur 106. Mazmur 106 mencatat pergumulan umat TUHAN yang telah berulang kali berbuat dosa dan tidak sungguh-sungguh menaati TUHAN, padahal TUHAN begitu mengasihi mereka. Akhirnya, mereka dibuang oleh TUHAN (106:40-42). Namun, pembuangan tidak membuat pemazmur kehilangan iman. Ia tetap yakin bahwa Allah mengingat perjanjian-Nya dan berbelaskasihan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar (106:45). Mazmur 106 ditutup dengan seruan agar Allah menyelamatkan dan mengumpulkan umat-Nya kembali dari antara bangsa-bangsa (106:47). Mazmur 107 merupakan kisah penyelamatan Allah terhadap umat yang dikumpulkan kembali setelah Ia membuang mereka. Dalam Mazmur 107, umat yang dikumpulkan kembali itu diperintahkan untuk mengucap syukur kepada Allah karena keselamatan yang Ia kerjakan bagi mereka (107: 1,8,15,21,31). Allah menyelamatkan umat yang mengembara, yang lapar dan haus (107:4-5). Allah menyelamatkan umat yang dipenjara di tempat gelap dan dibelenggu besi (107:10). Allah menyelamatkan mereka yang sakit dan hampir mati (107:17-18). Allah menyelamatkan mereka yang mengarungi laut (107:23). Kesamaan pola dari orang-orang yang diselamatkan Allah ini adalah bahwa mereka berseru-seru kepada Allah dalam penderitaan dan kesesakan mereka, kemudian Allah mendengar seruan itu dan menyelamatkan mereka (107:6,13,19,28). Dia mendengar seruan doa umat-Nya! Mengapa Allah harus menunggu sampai umat-Nya berseru, baru Ia menyelamatkan mereka? Mengapa Ia tidak langsung menyelamatkan mereka saja? Tampaknya, Allah menunggu umat-Nya berseru kepada-Nya. Bila umat Allah sungguh-sungguh memercayai Allah, mereka akan berseru kepada-Nya saat mengalami penderitaan, Allah ingin melihat iman mereka! Selain itu, saat umat berseru kepada-Nya dan Ia menjawab mereka, mereka akan dipenuhi rasa syukur dan menyadari bahwa Allah itu Hidup! Saat Anda menghadapi masalah, apakah Anda berseru kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh? Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk berterima kasih atas kebaikan-Nya? [GI Wirawaty Yaputri]