Episode Details
Back to Episodes
24 September 2026 - Memimpin Pola Pikir dan Ibadah | Maleakhi 1:1–2:9
Description
Memimpin pola pikir dan ibadah
Kamis, 24 September 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
Maleakhi 1:1–2:9
Anugerah TUHAN selalu cukup, termasuk bagi kaum Yehuda yang telah dipulangkan ke Tanah Perjanjian sesudah pembuangan di Babel. Sekalipun berbagai tantangan harus dihadapi, penyertaan TUHAN nyata. Dia bekerja di segala bidang untuk melengkapi umat-Nya agar dapat menjalani hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya. TUHAN bekerja dalam hati raja kafir seperti Kores di zaman Ezra maupun Artahsasta di zaman Nehemia, yang memberi kebebasan kepada umat Allah untuk kembali ke Tanah Perjanjian agar dapat beribadah kepada TUHAN. TUHAN bekerja dengan mengirim orang-orang pilihan-Nya, seperti Nehemia yang membangun tembok Yerusalem, Zerubabel yang membangun Bait Allah, Ezra yang mengajar Taurat, dan para nabi yang menghibur, menguatkan, dan menegur umat-Nya.
Maleakhi adalah salah satu nabi yang diutus TUHAN untuk menegur umat Allah dengan gaya bahasa dialog yang unik. Rangkaian nats ini memperlihatkan adanya permasalahan akut dalam kehidupan kaum Yehuda, yaitu mereka mempertanyakan cinta kasih TUHAN (1:2-5) dan mencemari kurban-kurban persembahan kepada TUHAN (1:6-14). Kedua masalah ini saling terkait menjadi sebab akibat. Orang yang mengasihi TUHAN akan menghormati TUHAN. Orang yang memahami kasih TUHAN akan memberi yang terbaik kepada TUHAN dalam ibadahnya. Oleh karena itu, Maleakhi menjawab bahwa cinta kasih TUHAN tidak perlu diragukan berdasarkan pilihan TUHAN yang lebih mengasihi Yakub daripada Esau. Susah payah Edom—keturunan Esau—membangun daerahnya tidak akan terwujud, sebab TUHAN murka terhadap mereka. Sebaliknya, kesalahmengertian dan ketidakpahaman terhadap cinta kasih TUHAN membuat umat Israel tidak menghormati TUHAN dalam ibadah persembahan kurban mereka, yaitu dengan mencemari dan menghina Dia melalui hewan kurban yang buta, timpang, sakit dan cacat. Padahal, melalui kitab Taurat, telah ditetapkan hewan kurban seperti apa yang seharusnya dipersembahkan kepada TUHAN untuk menyatakan kebesaran dan kemuliaan nama-Nya. Nabi Maleakhi juga menegur para imam (2:1-9) yang menjadi sumber masalah dalam kehidupan umat-Nya. TUHAN telah menetapkan para imam untuk mengajar dan memelihara pengetahuan akan kebenaran, sehingga umat Israel tidak melanggar perjanjian dengan TUHAN (2:4-8). Pengajaran yang benar akan membentuk pola pikir yang alkitabiah, dan mengarahkan perilaku peribadatan yang sesuai dengan kehendak TUHAN, sehingga umat TUHAN selalu menghormati dan takut akan TUHAN. Apakah pola pikir Anda telah disesuaikan dengan ajaran Alkitab dan perilaku Anda telah disesuaikan dengan kehendak Allah? [Pdt. Johannes Aurelius Wijaya]