Episode Details
Back to Episodes
GAPKI tegaskan bursa komoditas baru jangan sampai tekan daya saing sawit Indonesia
Description
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai rencana pemerintah membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis perlu memperhatikan karakteristik masing-masing komoditas, termasuk kelapa sawit. Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, perdagangan sawit di dalam negeri saat ini telah difasilitasi Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).
Karena itu, pemerintah dapat memilih membentuk bursa baru maupun memperkuat bursa yang sudah ada. Namun, menurut Eddy, transaksi sawit di bursa domestik saat ini masih relatif kecil.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar bursa baru yang dibentuk pemerintah benar-benar mampu menciptakan pasar yang likuid dan kompetitif. Eddy juga menyoroti pembentukan harga acuan nasional atau Indonesia Reference Price.
Menurut dia, mekanisme harga sawit saat ini sudah cukup transparan, sementara harga minyak sawit Indonesia masih banyak mengacu pada transaksi di bursa Malaysia. “Untuk minyak sawit Indonesia yang menentukan harga, hanya transaksi bursanya di Malaysia,” kata Eddy, dikutip Elshinta, Jumat (21/8/2026).
Ia mengingatkan, kebijakan bursa komoditas jangan sampai justru membuat harga sawit Indonesia menjadi tidak kompetitif. Sebagai produsen dan eksportir sawit terbesar dunia, Indonesia tetap menghadapi persaingan dengan negara produsen lain maupun komoditas minyak nabati lainnya.
“Daya saing kita berkurang apabila terlalu banyak kebijakan yang menyebabkan harga menjadi tidak kompetitif. Pembeli bisa mencari alternatif lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi tawar komoditas nasional sekaligus membangun Indonesia Reference Price bagi sejumlah komoditas ekspor unggulan.
Pemerintah menargetkan regulasi teknis penyelenggaraan bursa dapat diterbitkan paling lambat 17 September 2026. Pemerintah juga membuka peluang mengintegrasikan ICDX ke dalam bursa baru yang direncanakan bernama Indonesia Commodity Exchange (Icomex). Pialang& Perdagangan Saham Harian
Bursa tersebut nantinya akan memperdagangkan berbagai komoditas strategis Indonesia, termasuk CPO, batu bara, dan mineral seperti nikel. (*)