Episode Details
Back to Episodes
[Ulasan] Life After Google (George Gilder) Ringkasan.
Published 18 hours ago
Description
Life After Google (George Gilder)
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1621575764?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Life-After-Google-George-Gilder.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/life-after-google-the-fall-of-big-data-and/id1647398862?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Life+After+Google+George+Gilder+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Life-After-Google-George-Gilder.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Life-After-Google-George-Gilder.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Life-After-Google-George-Gilder.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1621575764/
#Cryptocosm #Sentralisasidata #Blockchainterdesentralisasi #Mikropembayarandigital #Kedaulatandataindividu #LifeAfterGoogle
Life After Google: The Fall of Big Data and the Rise of the Blockchain Economy adalah buku nonfiksi teknologi dan ekonomi karya George Gilder, terbit pada 2018. Buku ini mengajukan tesis yang sengaja provokatif, bahwa model internet yang dipopulerkan Google, yaitu pengumpulan data dalam skala raksasa, layanan gratis yang dibiayai iklan, komputasi awan terpusat, serta keputusan berbasis algoritme, mengandung kelemahan mendasar. Bagi Gilder, model tersebut bukan sekadar bermasalah bagi privasi, melainkan juga tidak memadai untuk menjelaskan nilai, pengetahuan, dan kreativitas manusia. Ia melihat blockchain, kriptografi, dan sistem pembayaran digital sebagai fondasi bagi arsitektur internet berikutnya, yang ia sebut cryptocosm. Tujuan buku ini bukan memberi panduan teknis tentang cara memakai mata uang kripto. Ini adalah kritik luas terhadap kekuasaan platform digital, sekaligus pembelaan atas internet yang lebih terdesentralisasi. Gilder menggabungkan sejarah teknologi, teori informasi, ekonomi, dan filsafat untuk mempertanyakan asumsi bahwa semakin banyak data otomatis berarti semakin banyak pengetahuan.
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1621575764?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Life-After-Google-George-Gilder.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/life-after-google-the-fall-of-big-data-and/id1647398862?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Life+After+Google+George+Gilder+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Life-After-Google-George-Gilder.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Life-After-Google-George-Gilder.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Life-After-Google-George-Gilder.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1621575764/
#Cryptocosm #Sentralisasidata #Blockchainterdesentralisasi #Mikropembayarandigital #Kedaulatandataindividu #LifeAfterGoogle
Life After Google: The Fall of Big Data and the Rise of the Blockchain Economy adalah buku nonfiksi teknologi dan ekonomi karya George Gilder, terbit pada 2018. Buku ini mengajukan tesis yang sengaja provokatif, bahwa model internet yang dipopulerkan Google, yaitu pengumpulan data dalam skala raksasa, layanan gratis yang dibiayai iklan, komputasi awan terpusat, serta keputusan berbasis algoritme, mengandung kelemahan mendasar. Bagi Gilder, model tersebut bukan sekadar bermasalah bagi privasi, melainkan juga tidak memadai untuk menjelaskan nilai, pengetahuan, dan kreativitas manusia. Ia melihat blockchain, kriptografi, dan sistem pembayaran digital sebagai fondasi bagi arsitektur internet berikutnya, yang ia sebut cryptocosm. Tujuan buku ini bukan memberi panduan teknis tentang cara memakai mata uang kripto. Ini adalah kritik luas terhadap kekuasaan platform digital, sekaligus pembelaan atas internet yang lebih terdesentralisasi. Gilder menggabungkan sejarah teknologi, teori informasi, ekonomi, dan filsafat untuk mempertanyakan asumsi bahwa semakin banyak data otomatis berarti semakin banyak pengetahuan.