Episode Details
Back to Episodes
Love and Independence: Balancing Heart and Career
Published 4 weeks, 1 day ago
Description
Fluent Fiction - Indonesian: Love and Independence: Balancing Heart and Career
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-08-17-07-38-19-id
Story Transcript:
Id: Pada pagi yang cerah di awal musim kemarau, Dewi duduk di tepi jendela apartemennya di Jakarta.
En: On a bright morning at the start of the dry season, Dewi sat by the window of her apartment in Jakarta.
Id: Di langit, burung-burung terbang bebas, seakan menertawakan kecemasan yang ia rasakan.
En: In the sky, birds flew freely, as if mocking the anxiety she felt.
Id: Sudah beberapa bulan sejak terakhir kali ia bertemu Raka.
En: It had been several months since she last met Raka.
Id: Raka, yang bekerja di Bali, semakin sibuk dengan proyek baru dan jarang memberi kabar.
En: Raka, who worked in Bali, had become increasingly busy with a new project and rarely kept in touch.
Id: Dewi merasa jarak dan kesibukan telah membuat Raka berubah.
En: Dewi felt that the distance and busyness had changed Raka.
Id: Hingga suatu saat, rasa rindu dan kekhawatirannya mencapai puncaknya.
En: Until one day, her longing and worries reached their peak.
Id: Ia memutuskan untuk pergi ke Bali, tepat di Hari Kemerdekaan, berharap dapat mengejutkan Raka dan membicarakan hubungan mereka.
En: She decided to go to Bali, right on Independence Day, hoping to surprise Raka and discuss their relationship.
Id: Tanah Lot menjadi pilihan Dewi untuk pertemuan mereka.
En: Tanah Lot was Dewi's choice for their meeting.
Id: Tempat ini terkenal akan keindahannya, terutama saat matahari terbenam.
En: This place is known for its beauty, especially at sunset.
Id: Suasana spiritual dan suara gemuruh ombak yang menghantam karang menambah keindahan pemandangan.
En: The spiritual atmosphere and the roar of the waves crashing against the rocks added to the splendor of the view.
Id: Tanah Lot seolah berjanji memberikan Dewi kedamaian yang ia butuhkan.
En: Tanah Lot seemed to promise Dewi the peace she needed.
Id: Satu pagi di hari libur itu, Dewi tiba di Tanah Lot.
En: One morning on that holiday, Dewi arrived at Tanah Lot.
Id: Ia melihat banyak orang dengan baju merah-putih merayakan Hari Kemerdekaan.
En: She saw many people wearing red and white clothes celebrating Independence Day.
Id: Di tepi tebing, Dewi melihat siluet Raka.
En: On the edge of the cliff, Dewi saw Raka's silhouette.
Id: Namun, ia juga melihat Lina, seorang kolega Raka, berdiri di sampingnya.
En: However, she also saw Lina, one of Raka's colleagues, standing beside him.
Id: Mereka tampak serius membicarakan sesuatu.
En: They seemed deep in conversation.
Id: Dewi mengambil napas dalam-dalam dan mendekati mereka.
En: Dewi took a deep breath and approached them.
Id: Saat Raka melihat Dewi, dia terkejut dan sekejap hening melanda.
En: When Raka saw Dewi, he was surprised and a moment of silence fell.
Id: Lina, sadar situasi, pamit meninggalkan mereka berdua.
En: Lina, aware of the situation, excused herself, leaving the two of them alone.
Id: Matahari sore yang mulai terbenam memandikan mereka dalam cahaya jingga.
En: The setting sun bathed them in orange light.
Id: Dewi berbicara, suaranya lembut namun tegas.
En: Dewi spoke, her voice soft yet firm.
Id: "Raka, kita perlu bicara tentang kita.
En: "Raka, we need to talk about us.
Id: Aku khawatir kita makin jauh.
En: I'm worried we're growing apart."
Id: "Raka menghela napas dan menatap Dewi dalam-dalam.
En: Raka sighed an
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-08-17-07-38-19-id
Story Transcript:
Id: Pada pagi yang cerah di awal musim kemarau, Dewi duduk di tepi jendela apartemennya di Jakarta.
En: On a bright morning at the start of the dry season, Dewi sat by the window of her apartment in Jakarta.
Id: Di langit, burung-burung terbang bebas, seakan menertawakan kecemasan yang ia rasakan.
En: In the sky, birds flew freely, as if mocking the anxiety she felt.
Id: Sudah beberapa bulan sejak terakhir kali ia bertemu Raka.
En: It had been several months since she last met Raka.
Id: Raka, yang bekerja di Bali, semakin sibuk dengan proyek baru dan jarang memberi kabar.
En: Raka, who worked in Bali, had become increasingly busy with a new project and rarely kept in touch.
Id: Dewi merasa jarak dan kesibukan telah membuat Raka berubah.
En: Dewi felt that the distance and busyness had changed Raka.
Id: Hingga suatu saat, rasa rindu dan kekhawatirannya mencapai puncaknya.
En: Until one day, her longing and worries reached their peak.
Id: Ia memutuskan untuk pergi ke Bali, tepat di Hari Kemerdekaan, berharap dapat mengejutkan Raka dan membicarakan hubungan mereka.
En: She decided to go to Bali, right on Independence Day, hoping to surprise Raka and discuss their relationship.
Id: Tanah Lot menjadi pilihan Dewi untuk pertemuan mereka.
En: Tanah Lot was Dewi's choice for their meeting.
Id: Tempat ini terkenal akan keindahannya, terutama saat matahari terbenam.
En: This place is known for its beauty, especially at sunset.
Id: Suasana spiritual dan suara gemuruh ombak yang menghantam karang menambah keindahan pemandangan.
En: The spiritual atmosphere and the roar of the waves crashing against the rocks added to the splendor of the view.
Id: Tanah Lot seolah berjanji memberikan Dewi kedamaian yang ia butuhkan.
En: Tanah Lot seemed to promise Dewi the peace she needed.
Id: Satu pagi di hari libur itu, Dewi tiba di Tanah Lot.
En: One morning on that holiday, Dewi arrived at Tanah Lot.
Id: Ia melihat banyak orang dengan baju merah-putih merayakan Hari Kemerdekaan.
En: She saw many people wearing red and white clothes celebrating Independence Day.
Id: Di tepi tebing, Dewi melihat siluet Raka.
En: On the edge of the cliff, Dewi saw Raka's silhouette.
Id: Namun, ia juga melihat Lina, seorang kolega Raka, berdiri di sampingnya.
En: However, she also saw Lina, one of Raka's colleagues, standing beside him.
Id: Mereka tampak serius membicarakan sesuatu.
En: They seemed deep in conversation.
Id: Dewi mengambil napas dalam-dalam dan mendekati mereka.
En: Dewi took a deep breath and approached them.
Id: Saat Raka melihat Dewi, dia terkejut dan sekejap hening melanda.
En: When Raka saw Dewi, he was surprised and a moment of silence fell.
Id: Lina, sadar situasi, pamit meninggalkan mereka berdua.
En: Lina, aware of the situation, excused herself, leaving the two of them alone.
Id: Matahari sore yang mulai terbenam memandikan mereka dalam cahaya jingga.
En: The setting sun bathed them in orange light.
Id: Dewi berbicara, suaranya lembut namun tegas.
En: Dewi spoke, her voice soft yet firm.
Id: "Raka, kita perlu bicara tentang kita.
En: "Raka, we need to talk about us.
Id: Aku khawatir kita makin jauh.
En: I'm worried we're growing apart."
Id: "Raka menghela napas dan menatap Dewi dalam-dalam.
En: Raka sighed an