Episode Details
Back to Episodes
[Ulasan] TechGnosis: Myth, Magic, and Mysticism in the Age of Information (Erik Davis) Ringkasan.
Published 3 days, 14 hours ago
Description
TechGnosis: Myth, Magic, and Mysticism in the Age of Information (Erik Davis)
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1583949305?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/TechGnosis%3A-Myth%2C-Magic%2C-and-Mysticism-in-the-Age-of-Information-Erik-Davis.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/techgnosis-myth-magic-and-mysticism-in-the/id1434132409?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=TechGnosis+Myth+Magic+and+Mysticism+in+the+Age+of+Information+Erik+Davis+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_TechGnosis-Erik-Davis.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_TechGnosis-Erik-Davis.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_TechGnosis-Erik-Davis.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1583949305/
#techgnosis #gnostisismedigital #keabadiandigital #mistisismeteknologi #jalanjaringan #TechGnosis
TechGnosis: Myth, Magic, and Mysticism in the Age of Information adalah karya nonfiksi kajian budaya oleh Erik Davis, yang pertama kali terbit pada akhir 1990-an dan kemudian diterbitkan kembali dalam edisi yang diperbarui. Buku ini membahas sisi spiritual, mitologis, dan esoterik yang kerap menyertai perkembangan teknologi informasi. Davis menolak anggapan sederhana bahwa teknologi selalu lahir dari rasionalitas murni, sementara agama dan imajinasi magis akan hilang dalam masyarakat modern. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa media komunikasi, dari mesin cetak, telegraf, radio, hingga internet, terus memicu harapan akan pengetahuan rahasia, penyatuan manusia, keselamatan, bahkan keabadian. Istilah techgnosis yang ia gunakan merujuk pada bentuk modern dari dorongan mencari gnosis, yakni pengalaman pengetahuan transenden, melalui bahasa dan perangkat teknologi. Dengan gaya yang lintas disiplin, buku ini menghubungkan sejarah media, gnostisisme, okultisme, budaya siber, dan fantasi masa depan. Tujuannya bukan membuktikan teknologi sebagai agama, melainkan membaca mitos yang diam-diam membentuk cara manusia membayangkan teknologi.
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1583949305?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/TechGnosis%3A-Myth%2C-Magic%2C-and-Mysticism-in-the-Age-of-Information-Erik-Davis.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/techgnosis-myth-magic-and-mysticism-in-the/id1434132409?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=TechGnosis+Myth+Magic+and+Mysticism+in+the+Age+of+Information+Erik+Davis+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_TechGnosis-Erik-Davis.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_TechGnosis-Erik-Davis.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_TechGnosis-Erik-Davis.html
- Baca selengkapnya: https://indonesia.9natree.com/read/1583949305/
#techgnosis #gnostisismedigital #keabadiandigital #mistisismeteknologi #jalanjaringan #TechGnosis
TechGnosis: Myth, Magic, and Mysticism in the Age of Information adalah karya nonfiksi kajian budaya oleh Erik Davis, yang pertama kali terbit pada akhir 1990-an dan kemudian diterbitkan kembali dalam edisi yang diperbarui. Buku ini membahas sisi spiritual, mitologis, dan esoterik yang kerap menyertai perkembangan teknologi informasi. Davis menolak anggapan sederhana bahwa teknologi selalu lahir dari rasionalitas murni, sementara agama dan imajinasi magis akan hilang dalam masyarakat modern. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa media komunikasi, dari mesin cetak, telegraf, radio, hingga internet, terus memicu harapan akan pengetahuan rahasia, penyatuan manusia, keselamatan, bahkan keabadian. Istilah techgnosis yang ia gunakan merujuk pada bentuk modern dari dorongan mencari gnosis, yakni pengalaman pengetahuan transenden, melalui bahasa dan perangkat teknologi. Dengan gaya yang lintas disiplin, buku ini menghubungkan sejarah media, gnostisisme, okultisme, budaya siber, dan fantasi masa depan. Tujuannya bukan membuktikan teknologi sebagai agama, melainkan membaca mitos yang diam-diam membentuk cara manusia membayangkan teknologi.