Episode Details

Back to Episodes
20 Juni 2026 - Cinta yang Penuh Gairah | Kidung Agung 1:1-2:7

20 Juni 2026 - Cinta yang Penuh Gairah | Kidung Agung 1:1-2:7

Published 1 month ago
Description

Cinta yang Penuh Gairah

Sabtu, 20 Juni 2026


Bacaan Alkitab hari ini:

Efesus 4:1-6


Kitab Kidung Agung berisi kisah cinta sepasang kekasih. Penulis kitab ini menggunakan teknis dialogis untuk menggambarkan relasi dua kekasih yang sedang dimabuk cinta. Dalam bentuk aslinya, kitab ini ditulis untuk dinyanyikan oleh tiga pihak, yakni seorang gadis, seorang jejaka yang adalah kekasih dari sang gadis, dan sekelompok orang yang digambarkan sebagai sahabat dari sang gadis.


Bacaan hari ini berisi dialog yang menggambarkan gairah dan kehangatan cinta sepasang kekasih dalam dua episode. Episode pertama berisi kerinduan dan kegalauan hati sang gadis yang terpisah dari kekasihnya (1:1-8). Sang gadis mengungkapkan kerinduan hatinya dengan tiga gambaran, yakni ciuman (gambaran sentuhan fisik), anggur (gambaran keintiman jiwa), dan aroma minyak (gambaran keindahan hasil indra penciuman). Meskipun sang gadis sempat meragukan kelayakannya untuk dicintai (1:5-7), nyanyian para sahabat menguatkannya untuk menanti kedatangan pujaan hatinya (1:8). Episode kedua berisi kisah kedua kekasih saat bertemu dan saling memberi pujian (1:9-2:7). Dalam pujiannya, sang jejaka menggunakan gambaran kuda betina Firaun dan perhiasan emas dan perak untuk menggambarkan keindahan yang anggun (1:9-11). Sang gadis membalas dengan memuji kekasihnya sebagai raja yang gagah perkasa dengan aroma tubuh yang membangkitkan gairahnya. Ia menyebut kekasihnya seperti setangkai bunga dari kebun anggur En-Gedi, simbol cinta yang berkualitas tinggi dan langka (1:12-14). Bagian selanjutnya mencatat kedua kekasih saling memuji secara bersahutan. Sang jejaka memuji mata kekasihnya yang memancarkan ketulusan seperti merpati, penampilannya cantik seperti bunga bakung di antara onak duri. Sang gadis membalas memuji keperkasaan kekasihnya yang memberi rasa aman dan perlindungan yang nyaman. Bagian ini ditutup dengan peringatan untuk tidak membangkitkan dan menyalakan cinta sebelum diingininya, kiasan menahan diri dari hubungan seksual sebelum memasuki pernikahan resmi (2:7).


Kisah cinta sepasang kekasih di atas adalah simbol relasi gereja dengan Kristus. Gambaran sang gadis yang merindukan, mengapresiasi dan menikmati kelimpahan cinta kekasihnya, mengingatkan bahwa gereja harus merindukan dan menikmati cinta yang melimpah dari Kekasih jiwa kita, yakni Yesus Kristus. Sebagaimana sepasang kekasih dengan penuh gairah menanti puncak cinta mereka pada hari pernikahan, demikian juga seharusnya sikap kita dalam menanti kedatangan Kristus sebagai puncak relasi kasih kita dengan Dia. Apakah Kristus masih menjadi kekasih jiwa yang Anda rindukan setiap saat? Apakah Anda masih bergairah menantikan kedatangan-Nya? [Pdt. Timotius Fu]

Listen Now

Love PodBriefly?

If you like Podbriefly.com, please consider donating to support the ongoing development.

Support Us