Episode Details
Back to Episodes
01 Mei 2026 - Anugerah Allah di Balik Penghukuman-Nya | 1 Tawarikh 21:1-22:1
Description
Anugerah Allah di Balik Penghukuman-Nya
Jumat, 01 Mei 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
1 Tawarikh 21:1-22:1
I blis memengaruhi Daud untuk menghitung kekuatan militernya. Walaupun Yoab sudah memperingatkan bahwa sensus itu akan mencelakakan umat Israel, Daud tetap bersikeras menjalankannya. Mungkin, Daud hendak memerangi bangsa-bangsa lain untuk memperluas kerajaannya, atau sekadar mengukur kekuatan kerajaannya untuk kebanggaan diri. Apa pun motivasinya, sensus ini menunjukkan bahwa Daud melakukan tiga kesalahan: Pertama, ia mengandalkan kekuatannya sendiri dan tidak mengandalkan TUHAN. Kedua, Daud menghitung sesuatu yang bukan miliknya. Umat Israel adalah milik Tuhan, bukan milik Daud. Ketiga, sensus itu tidak disertai persembahan “uang pendamaian”, berdasarkan perintah Tuhan (Keluaran 30:12).
Sekalipun demikian, Allah menunjukkan anugerah di balik penghukuman-Nya. Daud boleh memilih hukuman: tiga tahun kelaparan, tiga bulan menghadapi ancaman pedang musuh, atau tiga hari penyakit sampar melanda Israel. Hukuman ketiga—yaitu penyakit sampar—dilaksanakan langsung oleh Malaikat TUHAN, dan Daud mengambil pilihan ketiga ini karena ia yakin bahwa Allah itu penuh dengan belas kasihan. Seperti yang Daud harapkan, belas kasihan Allah membuat Ia menghentikan hukuman sebelum seluruh umat TUHAN musnah, bahkan sebelum Daud dan para tua-tua Israel berdoa memohon pengampunan. Setelah Daud berdoa, Allah memerintahkan Daud agar mendirikan mezbah untuk mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di tempat pengirikan milik Ornan, tempat Malaikat Tuhan yang menjalankan hukuman sedang berdiri. Daud taat dan mendirikan mezbah serta meletakkan hewan kurban di atasnya. Api yang turun dari langit untuk membakar habis kurban persembahan adalah tanda bahwa Allah berkenan atas persembahan itu. Tempat pengirikan Ornan terletak di Gunung—atau Bukit—Moria dan merupakan bagian dari Tanah Moria, tempat Allah memerintahkan Abraham mengurbankan Ishak (Kejadian 22:2), sehingga tempat itu mengingatkan kita kepada Yesus Kristus sebagai kurban keselamatan yang disalib untuk menanggung hukuman dosa kita. Di kemudian hari, Bait Allah didirikan di tempat tersebut (bandingkan dengan Ulangan 12:11 dan 2 Tawarikh 3:1).
Ornan ingin memberikan tempat miliknya secara cuma-cuma, tetapi Daud bersikeras membayar tempat itu dengan harga penuh. Daud menunjukkan pendiriannya bahwa beribadah itu harus disertai kesiapan membayar harga. “Harga” itu bukan hanya berupa materi, tetapi juga pengurbanan diri secara menyeluruh, termasuk waktu, minat, hasrat, dan prioritas hidup (bandingkan dengan Roma 12:1). Maukah Anda mempersembahkan hidup Anda sebagai ibadah yang sejati? [MT]