Episode Details
Back to Episodes#984 Mengenal Ekologi Organisasi
Description
Ada sesuatu yang terasa masygul ketika kita melihat sebuah organisasi hanya hidup di atas kertas. Kita sering menemukannya pada lembaga dengan struktur megah namun kehilangan denyut nadi. Manusia di sana seringkali hanya dianggap sekrup kecil tanpa beban doa. Model manajemen tradisional memperlakukan lembaga seperti mesin kaku yang dapat diprediksi. Organisasi sebenarnya lebih menyerupai ekosistem alam yang terus berubah secara dinamis.
Langkah awal memahami ekologi adalah menanggalkan metafora "mesin" dan mengadopsi metafora "organisme". Kita memang telah lama dijajah oleh imajinasi mekanistik warisan zaman industri. Pemimpin dianggap supir dengan kendali penuh atas pedal gas perubahan. Padahal organisasi memiliki kekuatan internal untuk memproduksi dan memelihara dirinya sendiri. Konsep autopoiesis ini menjelaskan mengapa kontrol ketat dari luar seringkali berujung pada kegagalan.
Christopher M. Branson menawarkan perspektif yang lebih membumi dan mungkin lebih "bernyawa". Organisasi adalah sebuah hutan tropis berlapis dengan segala kerumitannya. Kesehatan sistem ini bergantung pada kemampuan manusia sebagai sel penyusun untuk berfungsi harmonis. Keterhubungan menjadi elemen vital penentu keberhasilan sistem secara keseluruhan. Setiap tindakan kecil di satu bagian akan memberikan dampak riak ke bagian lainnya.