Episode Details
Back to Episodes
Beneath the Storm: A Young Scientist's Secret Journey
Published 4 weeks ago
Description
Fluent Fiction - Indonesian: Beneath the Storm: A Young Scientist's Secret Journey
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-03-25-07-38-19-id
Story Transcript:
Id: Di tengah hujan deras musim penghujan, Dewi menatap langit penuh harapan.
En: In the middle of the heavy rain of the rainy season, Dewi gazed at the sky full of hope.
Id: Sebentar lagi Nyepi, dan meski di Bali suasana akan hening, di Jakarta semua tetap beraktivitas seperti biasa.
En: Soon it would be Nyepi, and even though in Bali the atmosphere would be silent, in Jakarta everything would continue as usual.
Id: Namun, bagi Dewi, inilah waktu yang tepat untuk mempersiapkan proyek besar: memenangi lomba karya ilmiah di sekolah.
En: However, for Dewi, this was the perfect time to prepare for a big project: winning the scientific paper competition at school.
Id: Dewi adalah gadis SMA yang penuh semangat dengan minat besar pada kimia.
En: Dewi is a high-spirited high school girl with a great interest in chemistry.
Id: Keinginan terbesarnya sekarang adalah menciptakan eksperimen kimia yang luar biasa, meskipun alat di sekolahnya sudah usang dan jauh dari memadai.
En: Her biggest desire right now is to create an extraordinary chemical experiment, although the equipment at her school is outdated and far from adequate.
Id: Dia ingat cerita tentang sebuah laboratorium rahasia di bawah tanah, tersembunyi di balik gedung yang tampak biasa.
En: She remembers a story about a secret underground laboratory, hidden behind an ordinary-looking building.
Id: Mungkin ini hanya rumor, tetapi Dewi sangat penasaran.
En: Maybe it's just a rumor, but Dewi is very curious.
Id: Malam itu, ketika hujan turun lebih deras, Dewi memutuskan untuk mencoba keberaniannya.
En: That night, as the rain fell harder, Dewi decided to test her courage.
Id: Dengan mengenakan jaket tebal, dia menyusuri jalan-jalan sepi yang basah.
En: Putting on a thick jacket, she walked down the deserted, wet streets.
Id: Gedung itu tampak gelap, tetapi dia menemukan pintu kecil menuju ke bawah, menuju laboratorium impiannya.
En: The building appeared dark, but she found a small door leading down to her dream laboratory.
Id: Di dalam, tempat itu berkilau dengan keajaiban teknologi—mesin-mesin mengeluarkan dengungan lembut, dan berbagai perlengkapan canggih mengisi ruangan dengan kilauan futuristik.
En: Inside, the place glittered with the wonders of technology—machines hummed softly, and various advanced equipment filled the room with a futuristic glow.
Id: Ini adalah tempat yang sangat berbeda dari laboratorium di sekolahnya.
En: This was a place very different from the laboratory at her school.
Id: Dengan hati-hati, Dewi memulai eksperimen.
En: Carefully, Dewi began her experiment.
Id: Dia meracik bahan-bahan, menjumlah rumus, dan mengikuti imajinasi liarnya.
En: She mixed materials, calculated formulas, and followed her wild imagination.
Id: Namun, ketika dia hampir selesai, sebuah suara menegurnya, “Apa yang kau lakukan di sini?”
En: However, just as she was nearly finished, a voice startled her, “What are you doing here?”
Id: Rizwan, manajer laboratorium, berdiri di pintu.
En: Rizwan, the laboratory manager, stood at the door.
Id: Dewi terkejut, takut akan konsekuensi dari tindakannya.
En: Dewi was surprised, afraid of the consequences of her actions.
Id: Namun, alih-alih marah, Rizwan mendengarkan.
En: However, instead of being angry, Rizwan listened.
Id: Dia mengagumi keberanian Dewi dan ketulusannya untuk belajar
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-03-25-07-38-19-id
Story Transcript:
Id: Di tengah hujan deras musim penghujan, Dewi menatap langit penuh harapan.
En: In the middle of the heavy rain of the rainy season, Dewi gazed at the sky full of hope.
Id: Sebentar lagi Nyepi, dan meski di Bali suasana akan hening, di Jakarta semua tetap beraktivitas seperti biasa.
En: Soon it would be Nyepi, and even though in Bali the atmosphere would be silent, in Jakarta everything would continue as usual.
Id: Namun, bagi Dewi, inilah waktu yang tepat untuk mempersiapkan proyek besar: memenangi lomba karya ilmiah di sekolah.
En: However, for Dewi, this was the perfect time to prepare for a big project: winning the scientific paper competition at school.
Id: Dewi adalah gadis SMA yang penuh semangat dengan minat besar pada kimia.
En: Dewi is a high-spirited high school girl with a great interest in chemistry.
Id: Keinginan terbesarnya sekarang adalah menciptakan eksperimen kimia yang luar biasa, meskipun alat di sekolahnya sudah usang dan jauh dari memadai.
En: Her biggest desire right now is to create an extraordinary chemical experiment, although the equipment at her school is outdated and far from adequate.
Id: Dia ingat cerita tentang sebuah laboratorium rahasia di bawah tanah, tersembunyi di balik gedung yang tampak biasa.
En: She remembers a story about a secret underground laboratory, hidden behind an ordinary-looking building.
Id: Mungkin ini hanya rumor, tetapi Dewi sangat penasaran.
En: Maybe it's just a rumor, but Dewi is very curious.
Id: Malam itu, ketika hujan turun lebih deras, Dewi memutuskan untuk mencoba keberaniannya.
En: That night, as the rain fell harder, Dewi decided to test her courage.
Id: Dengan mengenakan jaket tebal, dia menyusuri jalan-jalan sepi yang basah.
En: Putting on a thick jacket, she walked down the deserted, wet streets.
Id: Gedung itu tampak gelap, tetapi dia menemukan pintu kecil menuju ke bawah, menuju laboratorium impiannya.
En: The building appeared dark, but she found a small door leading down to her dream laboratory.
Id: Di dalam, tempat itu berkilau dengan keajaiban teknologi—mesin-mesin mengeluarkan dengungan lembut, dan berbagai perlengkapan canggih mengisi ruangan dengan kilauan futuristik.
En: Inside, the place glittered with the wonders of technology—machines hummed softly, and various advanced equipment filled the room with a futuristic glow.
Id: Ini adalah tempat yang sangat berbeda dari laboratorium di sekolahnya.
En: This was a place very different from the laboratory at her school.
Id: Dengan hati-hati, Dewi memulai eksperimen.
En: Carefully, Dewi began her experiment.
Id: Dia meracik bahan-bahan, menjumlah rumus, dan mengikuti imajinasi liarnya.
En: She mixed materials, calculated formulas, and followed her wild imagination.
Id: Namun, ketika dia hampir selesai, sebuah suara menegurnya, “Apa yang kau lakukan di sini?”
En: However, just as she was nearly finished, a voice startled her, “What are you doing here?”
Id: Rizwan, manajer laboratorium, berdiri di pintu.
En: Rizwan, the laboratory manager, stood at the door.
Id: Dewi terkejut, takut akan konsekuensi dari tindakannya.
En: Dewi was surprised, afraid of the consequences of her actions.
Id: Namun, alih-alih marah, Rizwan mendengarkan.
En: However, instead of being angry, Rizwan listened.
Id: Dia mengagumi keberanian Dewi dan ketulusannya untuk belajar