Episode Details
Back to Episodes
Rabu, 18 Februari 2026 - Teguran dan Undangan untuk Kembali
Description
Teguran dan Undangan untuk Kembali
Rabu, 18 Februari 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
Zefanya 1-2
Melalui nabi Zefanya, Allah menyampaikan peringatan keras tentang "hari TUHAN", yaitu saat Allah menghukum dosa dengan adil untuk menyatakan kekudusan-Nya. Saat itu, umat merasa aman dengan hidup jauh dari Tuhan. Mereka melakukan ibadah, tetapi hati mereka bercabang. Penyembahan kepada TUHAN dicampur dengan kepada berhala (1:4-6), sehingga ibadah mereka tidak murni lagi. Lebih berbahaya lagi, sikap rohani mereka tumpul. Allah berkata, "Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan suluh; Aku akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya, dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak akan berbuat baik atau berbuat jahat!" (1:12). Sikap seperti ini menunjukkan bahwa umat sudah tidak percaya bahwa Allah bekerja dan memerintah atas hidup mereka. Mereka hidup tanpa rasa takut akan Tuhan, tanpa kesadaran bahwa Allah melihat dan menilai setiap langkah hidup manusia.
Di tengah berita penghukuman, Zefanya menyampaikan undangan yang lembut namun tegas. Allah memanggil umat-Nya untuk kembali dengan kesungguhan hati, "Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri… carilah keadilan, carilah kerendahan hati. Mungkin saja kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN." (2:3). Peringatan Allah bukan dimaksudkan untuk menghancurkan, tetapi untuk membawa kepada pertobatan. Pertobatan sejati bukan sekadar rasa bersalah sesaat, tetapi keputusan untuk kembali mencari Tuhan, merendahkan diri, meninggalkan dosa, dan menaati firman-Nya. Di balik kata-kata yang keras, tampak kasih Allah yang rindu memulihkan umat perjanjian-Nya.
Pesan Zefanya mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah menegur tanpa tujuan. Peringatan-Nya dimaksudkan untuk menggugah hati yang mulai tertidur dan menarik kembali umat yang sudah menjauh dari-Nya. Oleh karena itu, kita perlu merespons dengan kesadaran yang benar. Jangan sampai kita menganggap ringan dosa atau merasa aman hanya karena masih beribadah. Allah memanggil kita untuk kembali kepada-Nya dengan kerendahhatian, sebelum hari penghukuman tiba. Bila hari ini firman Tuhan menyingkapkan sikap hati yang mulai tumpul, kebiasaan mencampur iman dengan nilai dunia, atau keengganan menaati perintah-Nya, maka ajakan Tuhan yang mengajak kita pulang adalah anugerah. Pertanyaannya: Apakah Anda sedang menutup telinga dan tetap berjalan dalam kenyamanan palsu, atau Anda akan merendahkan diri dan kembali mencari-Nya dengan sungguh-sungguh? Peringatan Tuhan selalu datang bersama undangan, dan undangan harus dijawab sekarang, bukan nanti![GI Bertha Daeli]