Episode Details

Back to Episodes
Harmony in the Rain: A Boarding School's Cultural Night

Harmony in the Rain: A Boarding School's Cultural Night

Published 1 month, 1 week ago
Description
Fluent Fiction - Indonesian: Harmony in the Rain: A Boarding School's Cultural Night
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-30-23-34-02-id

Story Transcript:

Id: Hujan turun tanpa henti di sekolah asrama itu.
En: Rain fell relentlessly at the boarding school.

Id: Pohon-pohon tinggi di sekelilingnya berdiri tegak, basah oleh rintik hujan yang tak kunjung reda.
En: The tall trees surrounding it stood upright, wet from the never-ending drizzles.

Id: Namun, semangat Dewi tetap menyala, berkobar terang lebih dari cahaya matahari yang tersembunyi di balik awan hitam.
En: Nevertheless, Dewi's spirit remained bright, shining more than the sunlight hidden behind the dark clouds.

Id: Ia berdiri di tengah aula, dikelilingi oleh teman-temannya yang sibuk dengan persiapan malam budaya tahunan sekolah.
En: She stood in the middle of the hall, surrounded by her friends, busy preparing for the school's annual cultural night.

Id: “Saya ingin acara ini mengesankan semua orang,” kata Dewi dengan penuh semangat.
En: “I want this event to impress everyone,” said Dewi eagerly.

Id: “Kita akan menampilkan berbagai tradisi Indonesia yang kaya dan indah.”
En: “We will showcase the various rich and beautiful Indonesian traditions.”

Id: Tapi cuaca ternyata bukan sekadar penghias suasana.
En: But the weather turned out to be more than just a mood-enhancer.

Id: Hujan memperlambat persiapan, membuat latihan di luar ruangan menjadi tantangan yang tidak mudah dihadapi.
En: The rain slowed down preparations, making outdoor rehearsals a challenging task.

Id: Aula menjadi tempat perlindungan sementara, namun ruangnya terbatas untuk semua pertunjukan yang direncanakan.
En: The hall became a temporary refuge, but its space was limited for all the planned performances.

Id: Di antara semua persiapan ini, ada Rizal, seorang siswa pendiam dengan bakat musik luar biasa.
En: Among all these preparations, there was Rizal, a quiet student with an extraordinary musical talent.

Id: Dewi sangat ingin melihat Rizal bergabung, tetapi Rizal selalu enggan melibatkan dirinya dalam acara besar.
En: Dewi was eager for Rizal to participate, but he was always hesitant to involve himself in major events.

Id: Malam itu, saat hujan semakin deras, Dewi memutuskan untuk berbicara dengan Rizal.
En: That evening, as the rain poured harder, Dewi decided to talk to Rizal.

Id: "Rizal, kami benar-benar membutuhkan bakatmu.
En: "Rizal, we really need your talent.

Id: Semua orang akan senang melihatmu tampil," katanya berharap.
En: Everyone would love to see you perform," she said hopefully.

Id: Rizal terdiam sejenak.
En: Rizal was silent for a moment.

Id: “Saya tidak yakin bisa tampil di depan banyak orang,” jawabnya dengan pelan.
En: “I'm not sure I can perform in front of a large crowd,” he replied softly.

Id: Dewi tersenyum lembut.
En: Dewi smiled gently.

Id: “Kamu tidak sendirian, Rizal.
En: “You’re not alone, Rizal.

Id: Kita semua di sini untuk mendukung satu sama lain.
En: We’re all here to support each other.

Id: Ini tentang menunjukkan siapa kita dan merayakan keindahan budaya kita.”
En: It's about showing who we are and celebrating the beauty of our culture.”

Id: Kata-kata Dewi menyentuh hati Rizal.
En: Dewi’s words touched Rizal's heart.

Id: Ia mengangguk pelan, akhirnya setuju untuk bergabung dalam pertunjukan.
En: He nodded slowly, finally agreeing to join the show.

Id: Dewi merasa lega, tahu bahwa kehadiran Rizal a
Listen Now

Love PodBriefly?

If you like Podbriefly.com, please consider donating to support the ongoing development.

Support Us