Episode Details
Back to Episodes
Candlelit Connections: A Family Reunion in Yogyakarta
Published 1 month, 1 week ago
Description
Fluent Fiction - Indonesian: Candlelit Connections: A Family Reunion in Yogyakarta
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-28-08-38-20-id
Story Transcript:
Id: Di rumah keluarga besar di Yogyakarta, aroma masakan khas Tionghoa tercium di udara.
En: In the large family house in Yogyakarta, the aroma of traditional Chinese cuisine wafted through the air.
Id: Dewi, baru kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, merasa bersemangat dan sedikit gugup.
En: Dewi, having just returned to Indonesia after many years abroad, felt excited and a little nervous.
Id: Hari itu, keluarga berkumpul untuk merayakan Imlek.
En: That day, the family gathered to celebrate Imlek.
Id: Hujan deras turun tak henti-hentinya, seolah memberikan tantangan tambahan untuk rencana Dewi.
En: Heavy rain poured incessantly, seemingly giving Dewi's plans an extra challenge.
Id: Dewi berdiri di depan jendela besar, mengamati tetesan air yang membasahi taman.
En: Dewi stood in front of a large window, watching the raindrops soak the garden.
Id: Dia mengingat masa kecilnya, bermain di halaman itu, merasakan rindu akan kenangan indah bersama keluarga.
En: She recalled her childhood, playing in that yard, feeling a longing for the beautiful memories with her family.
Id: Dewi bertekad mengadakan makan malam reuni yang tak terlupakan demi mengenang akar budayanya.
En: Dewi was determined to host an unforgettable reunion dinner to honor her cultural roots.
Id: Adi, adiknya yang lebih muda, duduk di sudut ruangan dengan wajah murung.
En: Adi, her younger sibling, sat in the corner of the room with a sullen face.
Id: Dia merasa terlupakan, seperti bayangan dari kesuksesan Dewi.
En: He felt forgotten, like a shadow of Dewi's success.
Id: Rina, sepupu mereka yang bijaksana, duduk di antara mereka, mencoba mencairkan suasana dengan berbicara hal-hal ringan.
En: Rina, their wise cousin, sat between them, trying to lighten the mood with small talk.
Id: "Hujannya tidak berhenti," kata Dewi, mencoba tersenyum meski sedikit cemas.
En: "The rain isn't stopping," said Dewi, trying to smile despite being a bit anxious.
Id: "Sepertinya kita harus pindah ke dalam."
En: "It seems we should move inside."
Id: Rina mengangguk, sementara Adi hanya mengedikkan bahu.
En: Rina nodded, while Adi just shrugged.
Id: Rina kemudian berkata, "Dewi, mungkin Adi bisa membantu kamu mempersiapkan meja?"
En: Rina then said, "Dewi, maybe Adi could help you set up the table?"
Id: Dewi menatap Adi dengan harapan.
En: Dewi looked at Adi with hope.
Id: "Bisa bantu aku, Di? Mungkin kita bisa menyusun hidangan bersama?"
En: "Can you help me, Di? Maybe we can arrange the dishes together?"
Id: Adi terkejut.
En: Adi was surprised.
Id: Dewi jarang meminta bantuannya.
En: Dewi rarely asked for his help.
Id: Pelan-pelan, dia berdiri dan mengikuti Dewi menuju dapur.
En: Slowly, he stood up and followed Dewi to the kitchen.
Id: Hari semakin malam. Di luar, hujan makin deras.
En: As the evening wore on, the rain outside grew heavier.
Id: Suasana dalam rumah berubah hangat dengan lampu-lampu gantung berkilauan dan meja panjang penuh makanan lezat.
En: The atmosphere inside the house turned warm with sparkling chandeliers and a long table full of delicious food.
Id: Meski begitu, suasana sempat tegang ketika tiba-tiba listrik padam.
En: However, a tense moment came when the power suddenly went out.
Id: Rumah mendadak gelap gulita.
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-28-08-38-20-id
Story Transcript:
Id: Di rumah keluarga besar di Yogyakarta, aroma masakan khas Tionghoa tercium di udara.
En: In the large family house in Yogyakarta, the aroma of traditional Chinese cuisine wafted through the air.
Id: Dewi, baru kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, merasa bersemangat dan sedikit gugup.
En: Dewi, having just returned to Indonesia after many years abroad, felt excited and a little nervous.
Id: Hari itu, keluarga berkumpul untuk merayakan Imlek.
En: That day, the family gathered to celebrate Imlek.
Id: Hujan deras turun tak henti-hentinya, seolah memberikan tantangan tambahan untuk rencana Dewi.
En: Heavy rain poured incessantly, seemingly giving Dewi's plans an extra challenge.
Id: Dewi berdiri di depan jendela besar, mengamati tetesan air yang membasahi taman.
En: Dewi stood in front of a large window, watching the raindrops soak the garden.
Id: Dia mengingat masa kecilnya, bermain di halaman itu, merasakan rindu akan kenangan indah bersama keluarga.
En: She recalled her childhood, playing in that yard, feeling a longing for the beautiful memories with her family.
Id: Dewi bertekad mengadakan makan malam reuni yang tak terlupakan demi mengenang akar budayanya.
En: Dewi was determined to host an unforgettable reunion dinner to honor her cultural roots.
Id: Adi, adiknya yang lebih muda, duduk di sudut ruangan dengan wajah murung.
En: Adi, her younger sibling, sat in the corner of the room with a sullen face.
Id: Dia merasa terlupakan, seperti bayangan dari kesuksesan Dewi.
En: He felt forgotten, like a shadow of Dewi's success.
Id: Rina, sepupu mereka yang bijaksana, duduk di antara mereka, mencoba mencairkan suasana dengan berbicara hal-hal ringan.
En: Rina, their wise cousin, sat between them, trying to lighten the mood with small talk.
Id: "Hujannya tidak berhenti," kata Dewi, mencoba tersenyum meski sedikit cemas.
En: "The rain isn't stopping," said Dewi, trying to smile despite being a bit anxious.
Id: "Sepertinya kita harus pindah ke dalam."
En: "It seems we should move inside."
Id: Rina mengangguk, sementara Adi hanya mengedikkan bahu.
En: Rina nodded, while Adi just shrugged.
Id: Rina kemudian berkata, "Dewi, mungkin Adi bisa membantu kamu mempersiapkan meja?"
En: Rina then said, "Dewi, maybe Adi could help you set up the table?"
Id: Dewi menatap Adi dengan harapan.
En: Dewi looked at Adi with hope.
Id: "Bisa bantu aku, Di? Mungkin kita bisa menyusun hidangan bersama?"
En: "Can you help me, Di? Maybe we can arrange the dishes together?"
Id: Adi terkejut.
En: Adi was surprised.
Id: Dewi jarang meminta bantuannya.
En: Dewi rarely asked for his help.
Id: Pelan-pelan, dia berdiri dan mengikuti Dewi menuju dapur.
En: Slowly, he stood up and followed Dewi to the kitchen.
Id: Hari semakin malam. Di luar, hujan makin deras.
En: As the evening wore on, the rain outside grew heavier.
Id: Suasana dalam rumah berubah hangat dengan lampu-lampu gantung berkilauan dan meja panjang penuh makanan lezat.
En: The atmosphere inside the house turned warm with sparkling chandeliers and a long table full of delicious food.
Id: Meski begitu, suasana sempat tegang ketika tiba-tiba listrik padam.
En: However, a tense moment came when the power suddenly went out.
Id: Rumah mendadak gelap gulita.