Episode Details
Back to Episodes
Dreams in the Rain: A Student's Journey to Hope
Published 1 month, 2 weeks ago
Description
Fluent Fiction - Indonesian: Dreams in the Rain: A Student's Journey to Hope
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-20-08-38-20-id
Story Transcript:
Id: Hujan turun deras di Yogyakarta.
En: Rain poured heavily in Yogyakarta.
Id: Musim hujan membuat jalanan licin dan berlumpur.
En: The rainy season made the roads slippery and muddy.
Id: Di SMA Negeri 5 Yogyakarta, suasana ramai.
En: At SMA Negeri 5 Yogyakarta, the atmosphere was bustling.
Id: Hari itu adalah hari pertemuan orang tua-guru.
En: That day was the parent-teacher meeting day.
Id: Dewi cemas.
En: Dewi was anxious.
Id: Dia berdiri di samping jendela, melihat tetesan air yang terus mengalir di kaca.
En: She stood by the window, watching the raindrops continuously flowing down the glass.
Id: Dewi adalah siswa kelas tiga yang rajin dan ambisius.
En: Dewi was a diligent and ambitious third-year student.
Id: Dia memiliki impian besar untuk kuliah di universitas ternama di Australia.
En: She had big dreams of studying at a renowned university in Australia.
Id: Namun, ada kekhawatiran yang menggelayuti pikirannya.
En: However, worries lingered in her mind.
Id: Apakah orang tuanya bisa datang hari ini?
En: Could her parents come today?
Id: Hujan deras dan banjir mungkin menjadi halangan.
En: The heavy rain and floods might be obstacles.
Id: Di sebelah ruang kelas, Pak Arif sibuk bersiap.
En: Next to the classroom, Mr. Arif was busy preparing.
Id: Dia adalah guru Dewi, seorang guru yang peduli dan peka terhadap murid-muridnya.
En: He was Dewi's teacher, a caring and attentive teacher towards his students.
Id: Tapi, dia juga memiliki tantangannya sendiri.
En: But, he also had his own challenges.
Id: Waktu berbicara dengan masing-masing siswa dan orang tua sangat terbatas.
En: The time to speak with each student and their parents was very limited.
Id: "Dewi, apa orang tuamu akan datang?
En: "Dewi, are your parents coming?"
Id: " tanya seorang teman sekelasnya.
En: asked a classmate.
Id: "Aku tidak tahu," jawab Dewi pelan.
En: "I don't know," Dewi answered softly.
Id: "Kalau mereka tidak bisa datang, aku akan berbicara sendiri dengan Pak Arif.
En: "If they can't come, I will speak with Mr. Arif myself."
Id: "Di dalam kelas, para guru sibuk menyapa orang tua yang datang.
En: Inside the class, the teachers were busy greeting arriving parents.
Id: Pak Arif memberikan senyum hangat kepada setiap keluarga, meskipun jadwalnya padat.
En: Mr. Arif gave a warm smile to each family, despite his busy schedule.
Id: Ketika giliran Dewi tiba, dia melangkah maju.
En: When it was Dewi's turn, she stepped forward.
Id: Hujan di luar semakin deras.
En: The rain outside grew heavier.
Id: "Pak Arif, aku khawatir tentang aplikasi kuliahku," ujar Dewi dengan suara bergetar.
En: "Mr. Arif, I'm worried about my college application," Dewi said with a trembling voice.
Id: Pak Arif mendengar dengan saksama.
En: Mr. Arif listened attentively.
Id: Dia tahu ini adalah momennya untuk memberikan dukungan.
En: He knew this was his moment to provide support.
Id: Dia memutuskan untuk memperpanjang beberapa menit.
En: He decided to extend a few minutes.
Id: "Bicarakan saja.
En: "Just talk.
Id: Apa yang membuatmu cemas?
En: What is making you anxious?"
Id: " tanya Pak Arif dengan lembut.
En: Mr. Arif asked gently.
Id: Dewi
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-01-20-08-38-20-id
Story Transcript:
Id: Hujan turun deras di Yogyakarta.
En: Rain poured heavily in Yogyakarta.
Id: Musim hujan membuat jalanan licin dan berlumpur.
En: The rainy season made the roads slippery and muddy.
Id: Di SMA Negeri 5 Yogyakarta, suasana ramai.
En: At SMA Negeri 5 Yogyakarta, the atmosphere was bustling.
Id: Hari itu adalah hari pertemuan orang tua-guru.
En: That day was the parent-teacher meeting day.
Id: Dewi cemas.
En: Dewi was anxious.
Id: Dia berdiri di samping jendela, melihat tetesan air yang terus mengalir di kaca.
En: She stood by the window, watching the raindrops continuously flowing down the glass.
Id: Dewi adalah siswa kelas tiga yang rajin dan ambisius.
En: Dewi was a diligent and ambitious third-year student.
Id: Dia memiliki impian besar untuk kuliah di universitas ternama di Australia.
En: She had big dreams of studying at a renowned university in Australia.
Id: Namun, ada kekhawatiran yang menggelayuti pikirannya.
En: However, worries lingered in her mind.
Id: Apakah orang tuanya bisa datang hari ini?
En: Could her parents come today?
Id: Hujan deras dan banjir mungkin menjadi halangan.
En: The heavy rain and floods might be obstacles.
Id: Di sebelah ruang kelas, Pak Arif sibuk bersiap.
En: Next to the classroom, Mr. Arif was busy preparing.
Id: Dia adalah guru Dewi, seorang guru yang peduli dan peka terhadap murid-muridnya.
En: He was Dewi's teacher, a caring and attentive teacher towards his students.
Id: Tapi, dia juga memiliki tantangannya sendiri.
En: But, he also had his own challenges.
Id: Waktu berbicara dengan masing-masing siswa dan orang tua sangat terbatas.
En: The time to speak with each student and their parents was very limited.
Id: "Dewi, apa orang tuamu akan datang?
En: "Dewi, are your parents coming?"
Id: " tanya seorang teman sekelasnya.
En: asked a classmate.
Id: "Aku tidak tahu," jawab Dewi pelan.
En: "I don't know," Dewi answered softly.
Id: "Kalau mereka tidak bisa datang, aku akan berbicara sendiri dengan Pak Arif.
En: "If they can't come, I will speak with Mr. Arif myself."
Id: "Di dalam kelas, para guru sibuk menyapa orang tua yang datang.
En: Inside the class, the teachers were busy greeting arriving parents.
Id: Pak Arif memberikan senyum hangat kepada setiap keluarga, meskipun jadwalnya padat.
En: Mr. Arif gave a warm smile to each family, despite his busy schedule.
Id: Ketika giliran Dewi tiba, dia melangkah maju.
En: When it was Dewi's turn, she stepped forward.
Id: Hujan di luar semakin deras.
En: The rain outside grew heavier.
Id: "Pak Arif, aku khawatir tentang aplikasi kuliahku," ujar Dewi dengan suara bergetar.
En: "Mr. Arif, I'm worried about my college application," Dewi said with a trembling voice.
Id: Pak Arif mendengar dengan saksama.
En: Mr. Arif listened attentively.
Id: Dia tahu ini adalah momennya untuk memberikan dukungan.
En: He knew this was his moment to provide support.
Id: Dia memutuskan untuk memperpanjang beberapa menit.
En: He decided to extend a few minutes.
Id: "Bicarakan saja.
En: "Just talk.
Id: Apa yang membuatmu cemas?
En: What is making you anxious?"
Id: " tanya Pak Arif dengan lembut.
En: Mr. Arif asked gently.
Id: Dewi