Episode Details
Back to Episodes
Unveiling the Hidden Secrets of Candi Borobudur
Published 2 months, 1 week ago
Description
Fluent Fiction - Indonesian: Unveiling the Hidden Secrets of Candi Borobudur
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2025-12-26-23-34-02-id
Story Transcript:
Id: Langit mendung di atas Candi Borobudur menambah kesan mistis yang menyelimuti bangunan megah tersebut.
En: The overcast sky above Candi Borobudur added a mystical impression that enveloped the magnificent building.
Id: Hujan rintik-rintik mengalir di bebatuan purba, menciptakan aliran tipis seperti urat yang menghias patung-patung Buddha yang tenang.
En: Drizzles trickled down the ancient stones, creating thin streams like veins adorning the serene Buddha statues.
Id: Di tengah suasana basah itu, Rizki, seorang mahasiswa arkeologi penuh semangat, berjalan cepat di antara stupa-stupa.
En: Amid this wet atmosphere, Rizki, an enthusiastic archaeology student, hurried between the stupas.
Id: Di sampingnya, Dewi, mentornya yang skeptis, mengikuti, berusaha menutupi kepala dengan jaket agar tidak kehujanan.
En: Beside him, Dewi, his skeptical mentor, followed, trying to cover her head with a jacket to keep from getting wet.
Id: "Rizki, kamu yakin ini hal yang bijaksana?
En: "Rizki, are you sure this is wise?"
Id: " tanya Dewi sambil menyipitkan mata ke arah langit mendung.
En: Dewi asked, squinting at the overcast sky.
Id: Rizki hanya mengangguk yakin.
En: Rizki just nodded confidently.
Id: Dia baru saja mendengar rumor dari seorang penjaga candi tentang koridor baru yang ditemukan setelah hujan lebat yang lalu.
En: He had just heard a rumor from a temple guard about a new corridor discovered after the last heavy rain.
Id: Konon, di ujung koridor itu, ada sebuah artefak kuno yang bisa mengubah pemahaman mereka tentang sejarah Borobudur.
En: Allegedly, at the end of that corridor, there was an ancient artifact that could change their understanding of Borobudur's history.
Id: Rizki harus menemukannya sebelum Bayu, saingan sekaligus rekannya di dunia arkeologi, yang lebih tertarik mengejar ketenaran daripada ilmu.
En: Rizki had to find it before Bayu, his rival and colleague in the archaeology world, who was more interested in chasing fame than knowledge.
Id: Bayu, yang tak jauh mengikuti mereka dengan santai, hanya tersenyum sinis.
En: Bayu, not far behind them, followed casually, just smirked cynically.
Id: "Jangan berharap lebih, Rizki.
En: "Don't get your hopes up, Rizki.
Id: Kamu tahu, kan, aku juga dengar rumor itu?
En: You know, right, I also heard that rumor?"
Id: " ucap Bayu sembari menyesuaikan topi yang ia kenakan.
En: Bayu said while adjusting the hat he was wearing.
Id: Namun, Rizki tidak gentar.
En: However, Rizki was undeterred.
Id: Bersama Dewi, ia bergegas menuju pintu masuk baru yang tersembunyi di balik rerimbunan semak.
En: Together with Dewi, he hurried to the new entrance hidden behind a thicket.
Id: Ketika mereka sampai di sana, Rizki hanya bisa menghela napas.
En: When they got there, Rizki could only sigh.
Id: Jendela waktu semakin sempit, hujan semakin deras.
En: The window of time was getting narrower, the rain was getting heavier.
Id: "Saya akan masuk," putus Rizki, meskipun Dewi memperingatkan bahaya banjir tiba-tiba.
En: "I'm going in," Rizki decided, even though Dewi warned of the danger of sudden floods.
Id: Di dalam koridor, udara lembab dan dingin.
En: Inside the corridor, the air was humid and cold.
Id: Rizki meraba-raba dinding sambil menyorotkan senter kecil miliknya.
En: Rizki felt his way along the walls
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2025-12-26-23-34-02-id
Story Transcript:
Id: Langit mendung di atas Candi Borobudur menambah kesan mistis yang menyelimuti bangunan megah tersebut.
En: The overcast sky above Candi Borobudur added a mystical impression that enveloped the magnificent building.
Id: Hujan rintik-rintik mengalir di bebatuan purba, menciptakan aliran tipis seperti urat yang menghias patung-patung Buddha yang tenang.
En: Drizzles trickled down the ancient stones, creating thin streams like veins adorning the serene Buddha statues.
Id: Di tengah suasana basah itu, Rizki, seorang mahasiswa arkeologi penuh semangat, berjalan cepat di antara stupa-stupa.
En: Amid this wet atmosphere, Rizki, an enthusiastic archaeology student, hurried between the stupas.
Id: Di sampingnya, Dewi, mentornya yang skeptis, mengikuti, berusaha menutupi kepala dengan jaket agar tidak kehujanan.
En: Beside him, Dewi, his skeptical mentor, followed, trying to cover her head with a jacket to keep from getting wet.
Id: "Rizki, kamu yakin ini hal yang bijaksana?
En: "Rizki, are you sure this is wise?"
Id: " tanya Dewi sambil menyipitkan mata ke arah langit mendung.
En: Dewi asked, squinting at the overcast sky.
Id: Rizki hanya mengangguk yakin.
En: Rizki just nodded confidently.
Id: Dia baru saja mendengar rumor dari seorang penjaga candi tentang koridor baru yang ditemukan setelah hujan lebat yang lalu.
En: He had just heard a rumor from a temple guard about a new corridor discovered after the last heavy rain.
Id: Konon, di ujung koridor itu, ada sebuah artefak kuno yang bisa mengubah pemahaman mereka tentang sejarah Borobudur.
En: Allegedly, at the end of that corridor, there was an ancient artifact that could change their understanding of Borobudur's history.
Id: Rizki harus menemukannya sebelum Bayu, saingan sekaligus rekannya di dunia arkeologi, yang lebih tertarik mengejar ketenaran daripada ilmu.
En: Rizki had to find it before Bayu, his rival and colleague in the archaeology world, who was more interested in chasing fame than knowledge.
Id: Bayu, yang tak jauh mengikuti mereka dengan santai, hanya tersenyum sinis.
En: Bayu, not far behind them, followed casually, just smirked cynically.
Id: "Jangan berharap lebih, Rizki.
En: "Don't get your hopes up, Rizki.
Id: Kamu tahu, kan, aku juga dengar rumor itu?
En: You know, right, I also heard that rumor?"
Id: " ucap Bayu sembari menyesuaikan topi yang ia kenakan.
En: Bayu said while adjusting the hat he was wearing.
Id: Namun, Rizki tidak gentar.
En: However, Rizki was undeterred.
Id: Bersama Dewi, ia bergegas menuju pintu masuk baru yang tersembunyi di balik rerimbunan semak.
En: Together with Dewi, he hurried to the new entrance hidden behind a thicket.
Id: Ketika mereka sampai di sana, Rizki hanya bisa menghela napas.
En: When they got there, Rizki could only sigh.
Id: Jendela waktu semakin sempit, hujan semakin deras.
En: The window of time was getting narrower, the rain was getting heavier.
Id: "Saya akan masuk," putus Rizki, meskipun Dewi memperingatkan bahaya banjir tiba-tiba.
En: "I'm going in," Rizki decided, even though Dewi warned of the danger of sudden floods.
Id: Di dalam koridor, udara lembab dan dingin.
En: Inside the corridor, the air was humid and cold.
Id: Rizki meraba-raba dinding sambil menyorotkan senter kecil miliknya.
En: Rizki felt his way along the walls