Episode Details

Back to Episodes
Jumat, 24 Oktober 2025 - Diinisiasi (Diprakarsai/Dimulai) Allah

Jumat, 24 Oktober 2025 - Diinisiasi (Diprakarsai/Dimulai) Allah

Published 9 months ago
Description

Diinisiasi (Diprakarsai/Dimulai) Allah (Pra-Reformasi)
Jumat, 24 Oktober 2025


Bacaan Alkitab hari ini:
Keluaran 2:23-25; 3:7-8


Pada tahun 1516-1517, seorang biarawan bernama Johann Tetzel dan komisaris kepausan untuk indulgensi (pengampunan dosa dengan syarat tertentu) dikirim ke Jerman oleh Gereja Katolik Roma untuk mengumpulkan uang guna merenovasi Basilika Santo Petrus di kota Roma. Pada masa itu, gereja mengajarkan bahwa iman saja tidak dapat membenarkan manusia, dan bahwa hanya iman yang aktif dalam amal dan perbuatan baik yang dapat membenarkan manusia. Berlawanan dengan ajaran itu, Kitab Suci mengajarkan bahwa keselamatan hanya dianugerahkan Allah berdasarkan iman terhadap berita Injil (Roma 1:16-17). Gereja adalah milik Tuhan (Titus 2:14).  Menghadapi keadaan yang kacau ini, Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan bekerja dalam kehidupan Martin Luther, sehingga ia menyadari adanya ketidaksesuaian antara praktik dan ajaran gereja dengan ajaran Alkitab. Akhirnya, pada tanggal 31 Oktober 1517—yang di kemudian hari ditetapkan sebagai hari Reformasi—Martin Luther menempelkan 95 dalil pada pintu Gereja Semua Orang Kudus di Wittenberg, Jerman.
Dalam Keluaran 2:23-25, kita membaca bahwa Allah mendengar rintihan orang Israel yang mengeluh karena mengalami perbudakan. Orang Israel adalah umat pilihan Allah. Rencana Allah adalah bahwa melalui mereka, Allah dikenal dan menjadi Allah bagi banyak orang di seluruh dunia. Allah memperhatikan dan memedulikan orang Israel. Allah tidak tinggal diam saat mengetahui bahwa Firaun menghalangi pertumbuhan jumlah orang Israel, "... Lalu Ia mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub." (2:24). Allah bekerja mempersiapkan Musa selama 80 tahun, lalu Ia memanggil dan mengutus Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir. Hal yang sama juga terjadi menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang pertama kali. Sesudah berbicara melalui para nabi-Nya, selama 400 tahun—pada masa antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru—Tuhan diam. Kondisi rohani bangsa Israel sangat merosot, jauh dari standar Tuhan. Para pemimpin agama dan pemimpin bangsa jauh menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Pada waktu-Nya, Tuhan mengutus Yohanes Pembaptis untuk mereformasi umat Allah yang sudah terpuruk dengan berita pertobatan. Jadi, reformasi bukanlah kemauan Martin Luther atau Musa atau Yohanes Pembaptis, tetapi kehendak Tuhan. Tuhan yang menginisiasi atau memprakarsai terjadinya reformasi.
Saat Anda melihat sesuatu yang tidak beres atau tidak semestinya terjadi, lalu Anda merasa tidak puas dan ingin membuat perubahan, pertimbangkan lebih dahulu: Apakah niat mereformasi itu diinisiasi Tuhan? Ingatlah bahwa reformasi adalah agenda Tuhan! [GI Mario Novanno]

Listen Now

Love PodBriefly?

If you like Podbriefly.com, please consider donating to support the ongoing development.

Support Us