Episode Details

Back to Episodes
Rabu, 12 November 2025 - Ajaran yang Mengesankan, tetapi Kosong

Rabu, 12 November 2025 - Ajaran yang Mengesankan, tetapi Kosong

Published 8 months, 2 weeks ago
Description

Ajaran yang Mengesankan, tetapi Kosong
Rabu, 12 November 2025


Bacaan Alkitab hari ini:
1 Timotius 1:1-11


Jemaat mula-mula menghadapi berbagai ajaran sesat yang berusaha disisipkan dalam Injil yang diberitakan para rasul. Mereka dirongrong oleh ajaran yang memaksakan tradisi Yahudi kepada orang Kristen. Ajaran-ajaran menyimpang ini dikumandangkan oleh para pengajar yang berkeliling dari kota ke kota untuk mengambil keuntungan bagi diri mereka sendiri. Ada dua hal yang dikecam oleh Rasul Paulus.
Pertama, para pengajar itu dikecam karena mengupas hal-hal yang tidak perlu dari Kitab Suci, yang bukan merupakan inti pengajaran firman Tuhan yang benar. Mereka menggali topik-topik yang tidak penting seperti silsilah, sejarah, atau latar belakang budaya, dan bukan inti pengajaran. Membahas hal-hal itu menarik dan mengesankan pendengar karena ajaran itu tidak dicatat dalam Alkitab, sehingga pembicara tampak berpengetahuan luas. Sayangnya, penonjolan bunga-bunga khotbah ini membuat berita utama tersingkir dari pemberitaan, dan khotbah itu menjadi kosong dan sia-sia. Peringatan ini sangat relevan dengan kondisi gereja saat ini. Popularitas dan tingkat kesukaan jemaat menjadi prioritas utama sebagian gereja. Ibadah menjadi alat pemuas batin jemaat, bukan sarana untuk menyembah Tuhan. Khotbah yang disampaikan hanya berisi nasihat kehidupan, moral, dan motivasi, bukan pengajaran firman Tuhan yang menumbuhkan kerohanian jemaat. Gereja-gereja ini memberi junk-food yang sedap di indera tetapi tidak menyehatkan, bukan makanan bergizi–yang biasanya kurang sedap–yang sehat untuk pertumbuhan. Saat Anda mendengar sebuah khotbah, apakah Anda menyukai khotbah yang mengandung ajaran yang benar dan mengubah hidup atau Anda lebih menyukai khotbah yang hanya memuaskan telinga tanpa menumbuhkan kerohanian?
Kedua, para pengajar itu dikecam karena mereka menekankan ketaatan terhadap hukum Taurat tanpa landasan pengertian yang benar tentang inti hukum Taurat. Hukum Taurat hanya berguna untuk membatasi kejahatan orang-orang durhaka dengan ancaman hukuman, tetapi tidak bisa mengubah hati yang jahat. Itulah sebabnya, dalam Matius 5:21:48. Tuhan Yesus memperjelas inti hukum Taurat. Misalnya, Tuhan Yesus bersabda, Kamu telah mendengar bahwa dikatakan: Jangan berzina. Namun, Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan hingga menginginkannya  sudah berzina dengan dia di dalam hatinya (5:27-28). Niat jahat dalam hati sudah dianggap sebagai dosa meskipun belum terwujud dalam perbuatan. Inti hukum Taurat berkaitan dengan kasih yang tulus dan iman. Saat Anda membaca atau mendengarkan firman Tuhan, apakah Anda berusaha memahami esensi atau inti pesan dari firman Tuhan tersebut? [GI Michael Tanos]

Listen Now

Love PodBriefly?

If you like Podbriefly.com, please consider donating to support the ongoing development.

Support Us