Episode Details
Back to Episodes
🌿 Bagian 12 — Dari Koyasukyo ke Sakata: Dari Keheningan Pegunungan ke Pelabuhan Angin Utara
Description
🌿 Bagian 12 — Dari Koyasukyo ke Sakata: Dari Keheningan Pegunungan ke Pelabuhan Angin Utara
Meninggalkan lembah merah menyala di Koyasukyo, perjalanan berlanjut ke barat melintasi pegunungan Prefektur Akita dan masuk ke Prefektur Yamagata, di mana Laut Jepang kembali menyapa pengembara. Tujuannya adalah kota pelabuhan bersejarah Sakata, yang dahulu berkembang sebagai pusat perdagangan, budaya, dan semangat utara era Edo Jepang.
Dari Koyasukyo, Anda menuju selatan ke Yuzawa, lalu berpindah dengan kereta atau mengemudi melalui jalan-gunung berkelok menuju Sakata, perjalanan sekitar dua setengah jam. Sepanjang jalan, hutan beech dan cemara memberi jalan bagi hamparan sawah luas dan desa-desa di mana aroma panen memenuhi udara yang sejuk. Saat jalan menurun, cahaya emas pantai mulai tampak — sebuah pembuka perlahan dari laut.
Setibanya di Sakata, suasananya berubah dari alam tenang ke sejarah yang hidup. Kota pelabuhan ini pernah menjadi salah satu pemberhentian terpenting bagi kapal Kitamae‑bune, kapal dagang yang berlayar antara Osaka dan Hokkaido. 
Warisan mereka hidup dalam gudang beras Sankyo Warehouses yang berdinding kayu gelap, kini berdiri dengan bangga di tepi sungai sebagai museum dan kafe yang mempertahankan warisan maritim kota. 
Tak jauh di dekatnya, teh-rumah tradisional Somaro Maiko Teahouse menawarkan pandangan langka pada masa budaya halus Sakata, di mana tari tradisional, arsitektur, dan kuliner bertemu. Suasananya terasa anggun dan intim — pengingat bahwa bahkan di pelabuhan yang dibentuk oleh perdagangan, seni dan keindahan tetap menemukan tempatnya.
Untuk pemandangan yang mengikat daratan dan lautan bersama, kunjungi Hiyoriyama Park di sebuah bukit yang menghadap pelabuhan. Dari sini, Anda bisa melihat matahari terbenam yang membentang di laut Jepang — cakrawala yang sama yang dulu disaksikan para pelaut berabad-abad lalu. 
Di musim gugur, taman ini bersinar dengan daun merah dan emas, cerminan sempurna dari lembah yang Anda tinggalkan.
Perjalanan dari Koyasukyo ke Sakata adalah sebuah perjalanan antar dua elemen — dari api pegunungan ke angin laut, dari keheningan alam ke keanggunan manusia yang tenang. Di sini, irama Tōhoku mereda menjadi sebuah salam lembut, dibawa oleh suara ombak dan bisikan angin utara.