Episode Details
Back to Episodes
πΏ Bagian 21 β Dari Gokayama ke Fukumitsu: Dari Jiwa Pegunungan Menuju Kehangatan Seni #Bagian21
Description
πΏ Bagian 21 β Dari Gokayama ke Fukumitsu: Dari Jiwa Pegunungan Menuju Kehangatan Seni
Meninggalkan lembah berkabut Gokayama, perjalanan perlahan menurun menuju Fukumitsu β sebuah kota kecil di selatan Prefektur Toyama yang dikenal karena seni, keramahan, dan hubungannya dengan salah satu seniman paling dicintai di Jepang, Shiko Munakata.
Rute ini mengikuti jalan sempit di sepanjang Sungai Shogawa, di mana hutan cedar terbuka menuju ladang dan desa yang diselimuti cahaya lembut utara.
Perjalanan dengan mobil atau bus lokal memakan waktu kurang dari satu jam, namun perubahan suasananya terasa mendalam.
Di Gokayama, waktu seolah berhenti β atap jerami, keheningan bersalju, asap tipis yang naik dari perapian.
Namun, ketika mengikuti aliran sungai ke hilir, udara menjadi lebih hangat, dan pegunungan perlahan berganti dengan dataran terbuka Kota Nanto.
Sesampainya di Fukumitsu, kesan pertama adalah kehangatan β rumah beratap ubin, fasad kayu, dan jalanan tenang yang dipenuhi bengkel kerajinan.
Di sinilah Shiko Munakata, maestro cetak kayu terkenal dunia, tinggal dan berkarya selama masa pengasingannya di masa perang.
Kehadirannya meninggalkan warisan yang dalam: semangat komunitas, kreativitas, dan rasa syukur.
Museum Peringatan Shiko Munakata memamerkan karya cetaknya, alat-alat kerjanya, serta surat-surat pribadi yang penuh kehangatan β menggambarkan betapa ia menghargai masyarakat Fukumitsu.
Di luar museum, para pengrajin lokal meneruskan semangatnya β pembuat tembikar, perajin pernis, dan pembuat kertas Jepang (washi) yang menanamkan kesederhanaan dan jiwa dalam setiap karya mereka.