Episode Details
Back to Episodes
πΏ Bagian 24 β Dari Ngarai Tedori ke Kaga Onsen: Dari Batu Terukir ke Uap
Description
πΏ Bagian 24 β Dari Ngarai Tedori ke Kaga Onsen: Dari Batu Terukir ke Uap Penyembuh
Meninggalkan gema air terjun di Ngarai Tedori, jalan berkelok ke selatan melewati kaki Gunung Hakusan, mengikuti aliran sungai yang dahulu membentuk tanah ini. Udara menjadi lembut, hutan terbuka, dan desa-desa kecil mulai muncul β peralihan dari kesunyian pegunungan menuju irama lembut mata air panas.
Dalam waktu sembilan puluh menit, kamu tiba di Kaga Onsen β tempat peristirahatan abadi yang diselimuti uap dan ketenangan.
Kaga bukan satu kota, melainkan kumpulan dari empat desa mata air panas bersejarah β Yamashiro, Yamanaka, Katayamazu, dan Awazu β masing-masing dengan karakter dan kisahnya sendiri.
Air yang sama, mengalir dari gunung suci Hakusan, telah menenangkan para pelancong, penyair, dan samurai selama lebih dari 1.300 tahun.
Di Yamanaka Onsen, Ngarai Kakusenkei menawarkan jalur indah di tepi sungai yang dikelilingi pepohonan maple dan jembatan kayu.
Suara gemericik air berpadu dengan kicauan burung, sementara Jembatan Ayatori berwarna merah melengkung lembut di atas lembah seperti pita sutra.
Tak jauh dari sana, penginapan tradisional ryokan mengundangmu berendam di pemandian terbuka, di mana kabut naik perlahan ke langit pagi.
Yamashiro Onsen, yang dahulu disukai oleh seniman Rosanjin, memadukan seni, tembikar, dan kenyamanan.
Jalannya dipenuhi tungku tradisional, kafe, dan galeri β museum hidup dari budaya Hokuriku.
Di Katayamazu Onsen, Danau Shibayama memantulkan bayangan pegunungan dalam keheningan sempurna, sementara Awazu Onsen β yang konon didirikan oleh seorang biksu dari Hakusan β mempertahankan pesona spiritual yang lebih tua.
Pemandian di sini sederhana, kaya mineral, dan sangat menyembuhkan.
Saat senja tiba, aroma tatami dan kayu cedar memenuhi lorong ryokan.
Suara samar shamisen mengalun dari jamuan jauh, berpadu dengan desiran angin di antara pohon pinus.
Bepergian dari Ngarai Tedori ke Kaga Onsen terasa seperti turun dari jantung liar alam menuju pelukan hangat manusia β dari gemuruh air menuju ketenangan air. πΏπ§