Episode Details

Back to Episodes

#646 INCITE: Aktivis Makin Lupa Caranya "Marah"

Episode 765 Published 4 months, 3 weeks ago
Description

Aktivis zaman sekarang sudah lupa caranya marah. Dulu, revolusi lahir dari jalanan, dari perut yang lapar dan hati yang geram. Sekarang, revolusi lahir dari ruang rapat ber-AC, dari proposal tebal yang bahasanya sudah disesuaikan dengan selera donatur. Para pejuang perubahan telah berganti profesi menjadi manajer proyek, menukar gelegar orasi dengan target-target kuantitatif yang membosankan. Mereka terperangkap dalam sangkar emas bernama nirlaba, merasa aman dengan gaji bulanan, namun lupa bahwa sangkar itu dibangun oleh sistem yang sama yang ingin mereka lawan.

Jangan pernah percaya pada tangan yang memberi makan. Setiap sen dana hibah adalah tali kekang yang tak terlihat, memastikan gerakan sosial tidak akan pernah lari terlalu jauh atau menggigit tuannya. Para donatur, baik itu korporasi raksasa maupun yayasan keluarga super kaya, bukanlah kawan seperjuangan; mereka adalah penjaga gerbang status quo. Mereka mendanai "perubahan" yang sopan, yang terukur, yang tidak akan pernah mengancam pilar-pilar kekayaan dan kekuasaan mereka. Revolusi sejati—yang menuntut perombakan total, yang merampas hak istimewa—tidak akan pernah lolos dari meja review proposal mereka.

Maka, mari kita jujur pada diri sendiri. Kompleks Industri Nirlaba bukanlah arena perjuangan, melainkan sebuah katup pengaman sosial yang cerdas. Ia menyalurkan energi perlawanan menjadi kesibukan administratif, mengubah kemarahan publik menjadi laporan akhir tahun yang rapi. Gerakan sosial telah dikebiri, dijadikan bagian dari industri "kebaikan" yang pada akhirnya hanya melanggengkan ketidakadilan. Jadi, jika revolusi yang Anda perjuangkan masih bergantung pada belas kasihan para elite, mungkin itu bukanlah revolusi, melainkan hanya sebuah ilusi yang didanai dengan baik.

Listen Now

Love PodBriefly?

If you like Podbriefly.com, please consider donating to support the ongoing development.

Support Us