Episode Details
Back to Episodes
Selasa, 05 Agustus 2025 - Jangan Iri Hati
Description
Jangan Iri Hati
Selasa, 5 Agustus 2025
Bacaan Alkitab hari ini:
Mazmur 73
Mazmur ini dimulai dengan pernyataan Asaf bahwa Allah itu baik terhadap orang-orang yang tulus hatinya, terhadap mereka yang bersih hatinya. Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya yang besar dalam pikiran Asaf dan membuat dia cemburu saat melihat kehidupan orang fasik yang makmur, tubuh makin gemuk, seolah-olah tidak pernah merasa susah. Kehidupan orang fasik seperti dilindungi dan kelihatannya bebas dari masalah, sehingga mereka menjadi sombong, congkak, dan sering melakukan kekerasan (73:4-6). Selain itu, mereka sering berprasangka buruk terhadap orang lain, suka mencibir dan membicarakan hal-hal jahat. Mereka membicarakan pemerasan dengan penuh kebanggaan (73:7-8). Mereka juga menghujat Allah (73:9). Semua ini hampir saja menggoyahkan iman Asaf. Dia merasa sia-sia mempertahankan hati yang bersih, menjaga agar tangannya tidak melakukan kesalahan (73:13).
Oleh kasih karunia TUHAN, Asaf—yang semula penuh keraguan—akhirnya berhasil mengatasi keraguannya. Dia mulai menyadari bahwa Allah mengatur segala sesuatu secara bijaksana. Ia sadar bahwa meskipun orang fasik tampak lebih makmur daripada orang benar, Allah tidak mengistimewakan orang fasik. Perlakuan Allah terhadap umat-Nya selaras dengan kebenaran-Nya. Pemazmur berhasil memahami kebenaran Allah karena Allah memegang tangannya dan menuntun hidupnya dengan firman-Nya, sehingga Asaf bersukacita karena merasa dirinya dihargai. Kedekatan dengan Allah merupakan kunci yang membuat pemazmur tidak meragukan TUHAN (73:16-28).
Orang percaya kerap kali berpikir seperti Asaf yang beranggapan bahwa orang fasik itu hidup makmur, jauh dari masalah, bahagia, aman, dan nyaman. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya tidak demikian? Dari luar, orang fasik sering tampak bahagia. Akan tetapi, sebenarnya, mereka sering hidup dalam ketakutan, kecemasan, bahkan ketidakbahagiaan. John Newton—sebelum bertobat—adalah seorang pelaut yang juga merupakan seorang pedagang budak. Ia hidup dalam dosa. Sekalipun selalu dikelilingi oleh banyak orang dan hidup dalam pesta pora, sebenarnya dia selalu merasa gelisah dan cemas. Kebahagiaannya merupakan kebahagiaan semu. Bacaan Alkitab hari ini mengajar kita agar jangan iri hati terhadap orang fasik. Sekalipun mereka terlihat bahagia, kebahagiaan mereka itu palsu. Belajarlah untuk mendekatkan diri Anda kepada Tuhan. Kedekatan kita dengan Tuhan akan menjadi sumber kekuatan saat kita menghadapi pergumulan dan akan membuat kita tidak meragukan Tuhan. Apakah Anda rindu untuk hidup dekat dengan Tuhan? [GI Yorimarlina Umboh]