Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Rabu, 10 April 2024 - Kejujuran dan BerkatNya yang selalu menyertai
Description
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 April 2024
Bacaan:
"Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!" (Mazmur 32:11)
Renungan:
Suatu ketika ada sepasang suami isteri yang sangat serakah. Mereka tidak pernah peduli apakah mereka mendapatkan uang secara halal atau tidak. Yang penting mereka mengumpulkan banyak harta, kekayaan dan uang. Ketika ajal mereka hampir tiba, mereka memanggil kedua anak-anak mereka dan membagikan warisan berupa uang yang banyak sekali. Si sulung langsung mengambil uang yang sekotak banyaknya dan segera membeli kapal pesiar. Lain lagi dengan si bungsu. Ketika menerima kotak uang itu, ia berpikir uang itu telah diperoleh dengan cara yang tidak jujur oleh orang tuanya. Maka ia memutuskan untuk membuang semua uang tersebut ke laut. Ketika hendak membuangnya ia berkata, "Jika ada uang yang diperoleh dengan cara jujur dan benar silahkan terapung tetapi uang yang diperoleh dengan cara tidak benar dan tidak jujur, tenggelamlah sampai ke dasar laut." Ternyata hanya satu keping uang saja yang terapung. Ia kemudian mengambil uang itu dan berkata kepada kakaknya, "Kak, milikku satu-satunya hanyalah sekeping uang ini. Aku menitipkannya kepadamu agar engkau menggunakannya secara benar. Suatu hari nanti aku akan menanyakannya." Si sulung tertawa melihat ulah adiknya yang baginya begitu bodoh. Si sulung memakai uang itu untuk membeli seekor kucing yang kemudian menemaninya pergi berlayar. Beberapa tahun ia berkeliling sambil berdagang sehingga kapalnya penuh berisi emas, perak dan banyak lagi harta kekayaan lainnya. Suatu ketika ia berlabuh di sebuah negeri di mana raja negeri itu mengundangnya makan malam. Namun anehnya ketika ia memasuki ruang makan raja, ia melihat semua makanan ditutupi dengan kain dan di samping meja terdapat sebuah sapu kecil. Ia pun bertanya, “Kenapa semua makanan ditutup dengan kain, dan untuk apa sapu yang ada di samping meja itu?" Pelayan istana menjawab bahwa negara mereka sedang dilanda wabah tikus sehingga tikus pun berkeliaran dimana-mana. “Bukankah ada kucing di sini?" tanya anak sulung. "Apa itu kucing, kami tidak tahu yang namanya kucing?" jawab abdi istana. "Kalau begitu ada baiknya aku membawa kucingku ke kapal. Kebetulan dia mempunyai 6 orang anak.” Ketika kucing itu dibawa ke istana, tikus-tikus itu berlarian kesana-kemari hingga tidak ada tikus sama sekali. Hati raja negeri itu begitu bahagia namun tiba-tiba si sulung berteriak ketika melihat kapal dan seluruh isinya terbakar. Namun raja menjawab, “Jangan khawatir, kapal dan hartamu akan saya gantikan.” Maka si sulung kembali menemui adiknya. Ketika adiknya bertanya bagaimana dengan uang yang dititipkannya dulu, si sulung menunjuk kapal besar itu beserta isinya, “Itulah hasilnya adikku. Sekarang saya tahu bahwa kejujuran tidak pernah ternilai harganya."
Tuhan menghendaki orang yang jujur jalannya. Segala sesuatu yang didapatkan melalui ketidakjujuran pasti tidak akan bertahan lama. Tetapi sekecil apapun sesuatu yang kita dapatkan melalui kejujuran, akan diberkati oleh Tuhan sehingga kita bisa menikmatinya. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, biarlah kejujuran itu selalu menyertai sepanjang hidupku. Ajarilah aku agar menyukai kejujuran dan menjauhkan kecurangan agar berkat-Mu senantiasa mengalir dalam hidupku. Amin. (Dod).