Episode Details

Back to Episodes
Edisi Hari Senin, 4 Maret 2024 - Stop curiga, Hadirkan percaya dan damai

Edisi Hari Senin, 4 Maret 2024 - Stop curiga, Hadirkan percaya dan damai

Published 2 years, 3 months ago
Description

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 4 Maret 2024


Bacaan:

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8)


Renungan:

Suatu kali seseorang mengirimkan WA ke sahabat karibnya: "Bro, aku lagi butuh 750 ribu, penting banget, darurat. Please, tolong pinjami aku dulu buat bayar kosan kalau enggak aku akan diusir nich". Sahabatnya membalas: "Tunggu setengah jam ya bro, nanti aku transfer." Waktu pun berlalu. Setengah jam, satu jam, bahkan dua jam berlalu. Saat dihubungi HP sahabatnya sudah tidak aktif. la pun kecewa kepada sahabatnya itu. la merasa sahabatnya telah meninggalkannya. Bahkan setelah dua jam berlalu HP sahabatnya belum juga bisa dihubungi, tidak aktif! Akhirnya dengan kesal ia mengirim WA ke sahabatnya tersebut, "Selama ini aku tidak pernah mengecewakanmu bro. Selama ini kita saling bantu. Kita sudah seperti saudara. Tapi kenapa sekarang engkau lari dariku?! Apa salahku?! Kalau memang tak bisa kabari saja! Biar aku cari di tempat lain." Namun yang terjadi adalah WA tersebut hanya centang satu. Setengah jam kemudian sahabatnya itu menelepon, namun baru saja ia bertanya, mengapa tak bisa dihubungi, tiba-tiba ada WA masuk dan sahabatnya memohon izin mematikan telepon terlebih dahulu. Ternyata itu WA yang tadi dikirim. Setelah dibaca, sahabatnya menelpon kembali dan berkata, "Ya ampun bro. Bukan begitu maksudku. Aku tidak bermaksud mematikan HP untuk lari darimu. Aku mematikan HP karena aku sedang menjual HPku untuk membantu kebutuhanmu. Lalu, dari sisa penjualan, aku belikan HP second agar bisa menghubungimu". Betapa malunya ketika mengetahui bahwa sahabatnya itu justru berkorban dengan menjual HP nya demi membantu dirinya.

Sebuah prasangka atau persepsi buruk dapat menghancurkan sebuah hubungan yang baik. Entah itu hubungan suami istri, hubungan orang tua dan anak, hubungan antar saudara ataupun hubungan antar teman. Oleh karena itu kita seharusnya tidak terlalu cepat berprasangka buruk dan menilai orang hanya berdasarkan sepotong kejadian saja. Padahal belum tentu ia berperilaku seperti dugaan kita. Jika kita mudah sekali berprasangka buruk terhadap orang lain, bagaimana kita akan menunjukkan kasih Kristus kepada mereka semua? Selama prasangka dan persepsi yang buruk masih memenuhi kehidupan kita, maka kita juga tidak akan pernah bisa mengasihi orang lain dengan tulus. Hidup kita akan dipenuhi dengan rasa curiga. Jadi, mari selalu memohon bimbingan dan tuntunan Roh Kudus. Bersikap hati-hati itu sangat penting dan perlu dilakukan supaya kita tidak mudah tertipu, namun bila terlalu berlebihan maka hal itu akan melenyapkan kasih kita dan memunculkan kebencian yang menghalangi kemuliaan Tuhan bersinar melalui kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.


Doa:

Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku agar aku tidak mudah berprasangka negatif terhadap orang lain agar damai sejahtera-Mu tetap ada bersamaku. Amin. (Dod).

Listen Now

Love PodBriefly?

If you like Podbriefly.com, please consider donating to support the ongoing development.

Support Us