Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Sabtu, 2 Maret 2024 - Sabar dan percaya akan waktu Tuhan
Description
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 2 Maret 2024
Bacaan:
"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32)
Renungan:
Di zaman peternakan besar di barat, terkadang seekor keledai diikatkan kepada seekor kuda liar. Lalu keduanya dilepaskan di padang gurun. Sang kuda liar akan mengamuk, menyeret keledai kecil tersebut dan melemparkannya ke sana mari seperti kantong makanan ternak. Tetapi beberapa hari kemudian keduanya akan kembali. Keledai kecilnya akan kelihatan terlebih dulu menuju ke peternakan sambil menyeret kuda liar yang sudah jinak itu. Mengapa bisa terjadi perubahan seperti itu? Sang kuda liar yang pada awalnya menyeret keledai kecil kemana-mana dan membantingnya kesana kemari, setelah beberapa waktu berlalu, kini justru sang keledai yang menyeret kuda liar itu dalam perjalanan pulang kembali menuju peternakan. Rupanya, yang terjadi adalah, saat di padang gurun, sang kuda yang berusaha melepaskan diri dari sang keledai yang diikatkan kepadanya, sudah merasa lelah dan putus asa, karena merasa dirinya tidak mampu melepaskan diri dari sang keledai yang memang diikatkan kepadanya. Di saat itulah sang keledai yang menjadi tuan-nya. Hewan yang lamban, sabar, dan tidak penting ini akhirnya bisa menjadi pemimpin atas hewan yang lebih kuat, lebih cepat, lebih gesit, dan lebih dihargai ini. Hal ini karena sang keledai bersikap sabar dan tekun dalam menunggu hingga sang kuda liar merasa kelelahan.
Orang-orang yang sabar, tekun, dan pekerja keras, mungkin saja pernah mengalami dilecehkan atau direndahkan. Tetapi, dengan kesabaran dan ketekunan, pada akhirnya mereka cenderung dapat mencapai hasil lebih baik, naik lebih tinggi dalam karirnya, dan lebih disegani rekan-rekan sekerjanya maupun bawahannya.
Mari memilih untuk bersikap sabar dalam menghadapi hinaan dan ejekan orang lain, walaupun pada saat hal itu terjadi, mungkin ego kita tersakiti dan harga diri kita seolah-olah dibanting dengan amat keras. Namun orang yang bertahan dan terus bersabar, pada akhirnya dialah yang akan memenangkan pertandingan itu dan memeroleh imbalan sebagai seorang pemenang. Karena pemenang sejati bukanlah orang yang hanya menang pada awalnya saja, namun pemenang sejati adalah orang yang mampu bertahan hingga pada akhirnya. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang di sekitarku yang telah Kau berikan padaku. Melalui mereka Engkau membentuk kepribadianku menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Amin. (Dod).