Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Sabtu, 24 Februari 2024 - Memantulkan Hal-hal yang positif
Description
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 24 Februari 2024
Bacaan:
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Matius 7:12)
Renungan:
Suatu ketika ada seorang penjelajah yang pergi ke alam liar Afrika. Di antara berbagai barang bawaan, dia membawa dua buah cermin berukuran besar. Ketika tiba di tengah hutan, penjelajah ini menaruh cermin ini pada dua pohon yang berhadapan. Lalu dia memperhatikan seorang penduduk asli datang menghampiri satu dari cermin itu dengan tombak di tangannya. Penduduk asli ini mulai menusuk- nusuk cermin itu sampai hancur berantakan dengan gerakan untuk membunuh lawan yang dia lihat di cermin. Penjelajah itu lalu berjalan ke arah penduduk asli dan menanyakan mengapa dia meremukkan cermin itu. Penduduk asli menjawab: "Dia (bayangan dalam cermin) bermaksud membunuh saya, jadi saya bunuh dia lebih dulu". Penjelajah menerangkan pada pria pribumi bahwa bukan untuk itu maksud cermin dibuat. Penjelajah membawa pribumi ini pada cermin satunya yang masih tersisa dan menunjukkan padanya kegunaan dari sebuah cermin : yaitu untuk bisa melihat jika rambutnya tersisir rapi, untuk melihat apakah cat di wajahnya sudah tepat dan untuk melihat bagaimana
besarnya ototnya kini.
Penduduk asli itu kini begitu terpesona ketika cermin itu ternyata mampu menunjukkan sisi terbaik dari dirinya dan mampu merefleksikan dirinya sebagai seorang pria yang ramah.
Bukankah demikian juga yang terjadi dalam kehidupan kita? Orang lain di sekitar kita, bagaikan cermin yang dapat memantulkan apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada diri kita. Bila kita sedang marah karena sesuatu hal, tanpa kita sadari kita mungkin sedang memantulkan kemarahan itu kepada orang lain, yang mungkin sedang berhadapan dengan kita, sehingga orang tersebut bisa menjadi ikut marah akibat sikap kita kepadanya. Semakin mereka marah, semakin marah pula kita kepada mereka, karena kita cenderung tidak ingin dikalahkan. Demikian pula sebaliknya, ketika kita bahagia, maka kita pun menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan itu kepada orang lain, yang mungkin bersama kita, sehingga orang lain juga ikut bahagia karena kita.
Pertanyaannya sekarang adalah sikap apakah yang akan kita pantulkan terhadap orang lain di sekeliling kita ? Apakah kemarahan, kesedihan, kekecewaan ataukah sukacita, kasih pengharapan dan kebaikan? Mari kita belajar untuk selalu bersikap positif dan memantulkan hal-hal yang baik dari diri kita terhadap orang-orang di sekeliling kita, karena apa yang kita pantulkan itulah yang akan terima dan apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, jadikanlah aku tanda kehadiran-Mu sendiri melalui sikap dan perkataanku yang baik. Amin. (Dod).