Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Jumat, 2 Februari 2024 - Berbagi dengan sesama
Description
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 2 Februari 2024
Bacaan:
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan." (Markus 12:43)
Renungan:
Suatu ketika Yesus memposisikan diri-Nya duduk berseberangan dengan kotak persembahan. Orang- orang kaya datang membawa pundi-pundi berisi uang yang banyak. Lalu, masuklah seorang janda miskin memasukkan dua peser yang merupakan seluruh harta kekayaannya ke dalam peti persembahan. Pemandangan ini menarik perhatian Yesus, maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan menyatakan bahwa janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang karena janda miskin ini memberi dari ketidakmampuannya. Karena kondisi kemiskinannya yang hanya memiliki nilai nominal dua peser, sesungguhnya memberikan alasan yang kuat baginya untuk tidak memberi. Namun kenyataannya ia tetap memberi. la tidak terkurung dalam kemiskinannya. Demikianlah dentingan uang receh yang dimasukkannya ke dalam peti persembahan bergaung begitu kuat menyentuh hati Tuhan
yang terdalam. Di bagian lain, seorang janda di Sarfat pun diperintahkan untuk memberi makan Nabi Elia, ketika apa yang dimilikinya hanya segenggam tepung, tidak ada lagi yang tersisa. Namun kenyataannya diberikannya juga kepada nabi Tuhan tersebut.
Kedua janda ini hidup terkukung dalam kemiskinan yang sangat miskin. Apa yang tertinggal yang mereka miliki hanyalah bernilai sesuap nasi. Namun kedua janda ini tidak bersembunyi di balik kemiskinannya ataupun menahan diri mereka dalam hal memberi, itu karena kekuatan mentalitas memberi yang mereka miliki. Kita sering kali lupa bahwa Tuhan menguji mentalitas memberi yang kita miliki justru di tengah situasi yang sedemikian buruk. Dan kedua janda ini lulus ujian. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Janda ini memberi lebih banyak dari semua orang karena ia memberi dari kekurangannya."
Demikianlah, kita pun diajak membawa pundi-pundi dari lumbung yang kita miliki untuk berbagi dengan yang berkekurangan dan memberkati pekerjaan Tuhan. Kita melayani Tuhan dengan kekayaan yang kita miliki. Namun jika Tuhan mengizinkan keterbatasan mengisi satu babak dalam perjalanan hidup kita, masihkah kita mau memberi persembahan? Masihkah tersisa sebuah alasan untuk membuat kita terus memberi? Ingatlah, Tuhan tidak tertarik dengan jumlah yang kita beri tetapi mata-Nya tertuju di balik sebuah alasan memberi. Jika kita mengerti konsep ini maka kekuatan mentalitas memberi akan selalu kita miliki. Maka, bagi kita yang kaya, jangan sombong dengan persembahan banyak yang kita berikan. Bagi kita yang berkekurangan dan pas-pasan, janganlah bersembunyi di balik kekurangan itu, tetaplah memberi dengan sukacita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, hidupku adalah anugerah-Mu, apa yang aku punya adalah pemberian-Mu. Ajarilah aku untuk tetap memberi persembahan, sekalipun dalam situasi sulit. Amin. (Dod).