Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Kamis, 25 Januari 2024 - Bekerja dengan Jujur dan Penuh Syukur
Description
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Januari 2024
Bacaan:
"Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup." (Amsal 15:27)
Renungan:
Suatu ketika seorang raja mengumpulkan orang-orang yang ahli dalam keuangan untuk membahas masalah penting menyangkut kesejahteraan rakyat. Raja sangat heran karena dalam lima tahun terakhir ini negara sudah menyalurkan begitu banyak dana untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak, untuk membuka lapangan pekerjaan baru, untuk membuka jaringan listrik dan telepon ke desa-desa kecil dan membangun rumah sakit, namun kelihatannya dana yang dikucurkan masih saja kurang dan tidak pernah cukup.
Pertemuan sudah berlangsung hampir dua jam, namun belum jelas penyebab kebocoran uang negara tersebut. Saat itu juga seorang jenderal tua berkacamata yang sedang duduk di ujung meja, berdiri dan mengambil balok es dari baskom di samping meja. Dia memberikan es batu kepada orang di sebelahnya untuk dibagikan kepada semua orang di sekitar meja hingga mencapai orang terakhir di ujung meja. Saat es batu sampai ke orang terakhir, ukurannya tidak lagi sebesar saat pertama kali diserahkan kepadanya. Kini ukurannya mengecil menjadi seperempat dari ukuran sebelumnya. "Kamu tahu apa maksud pelajaran ini?" tanya sang jenderal kepada semua yang hadir. Meski semua orang diam, namun terlihat kepala mereka mengangguk-angguk seolah memahami pelajaran dari balok es tersebut. Jenderal itu menjelaskan, "Semakin banyak tangan yang menerima operan es ini, semakin kecil esnya."
Meskipun di mana-mana kita mendengar seruan dan himbauan menentang korupsi, namun praktik korupsi tetap juga terjadi. Korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan untuk kepentingan pribadi. Di dalam 1 Timotius 6:10 berbunyi, "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." Meskipun uang itu sendiri tidaklah jahat tetapi kecintaan akan uanglah yang membuat orang-orang menjadi jahat. Sebagai pengikut Yesus kita harus menyadari bahwa apa yang kita peroleh dengan cara yang tidak benar, tidak akan pernah mendatangkan kedamaian bagi kita. Sebaliknya, kita malah menempatkan diri kita di bawah bayang-bayang masalah.
Ketika Tuhan memercayakan kita untuk mertempati posisi yang baik dan tinggi di dalam pekerjaan kita, itu bukan dengan maksud agar kita mempunyai peluang untuk berlaku curang dan mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Di dalam pekerjaan, korupsi mempunyai arti yang lebih luas. Selain korupsi uang, ada juga korupsi waktu dan korupsi barang2 lain milik perusahaan yang kemudian diambil menjadi milik sendiri tanpa ada yang tahu. Ingatlah bahwa standar Tuhan tidak akan pernah berubah. Ketika kita bekerja dengan jujur dan setia, maka Tuhan sendiri akan menyatakan kemurahan-Nya atas kita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, jauhkan aku dari keinginan mencari keuntungan pribadi. Penuhilah hatiku dengan rasa syukur atas apa yang telah kamu percayakan kepadaku. Amin. (Dod).