Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Kamis, 11 Januari 2024 - Memilih untuk Damai dan Bahagia
Description
Kencan Dengan Tuhan Kamis, 11 Januari 2024
Bacaan:
"Batu adalah berat dan pasir pun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh." (Amsal 27:3)
Renungan:
Suatu ketika William menyimpan kepahitan, sakit hati dan kemarahan terhadap perkataan Halim. Namun sayangnya, Halim tidak menyadari bahwa perkataan dan sikapnya telah melukai William. Beban perasaan sakit hati ini membuat William merasa tidak nyaman jika berada satu ruangan dengan Halim. Sementara, Halim berlenggak-lenggok dengan bebas tanpa ada ganjalan. Dalam hal ini, perasaan William terlalu peka sehingga hatinya tersakiti dengan perkataan Halim. Sebaliknya Halim kurang peka sehingga ia tidak menyadari perkataannya yang tidak bijaksana telah melukai hati William. Bukankah kita sering berlaku seperti William, yang terjebak dengan beban berat perasaan sakit hati? Kita sakit hati terhadap seseorang yang tidak merasa telah menyakiti kita. Kita bergulat sendiri dengan kemarahan dan sakit hati kita. Bukankah beban perasaan seperti ini adalah sebuah kebodohan?
Salomo menuliskan, "Batu adalah berat dan pasir pun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh." Perkataan firman Tuhan ini memberikan hikmat baru sehingga kita menyadari betapa bodohnya menyimpan sakit hati terhadap seseorang yang bodoh, yaitu orang yang tidak peka ketika sikap dan tutur katanya telah menyakiti orang lain. Ingatlah bahwa kita tidak memiliki hak untuk mengajar orang lain cara terbaik di dalam memperlakukan kita. Namun, Tuhan memperlengkapi kita dengan hikmat-Nya untuk menyikapi dengan benar setiap perlakuan yang kita terima. Seseorang berkata, "Saya tidak sakit hati atas perlakuan ataupun perkataan seseorang Mempertahankan kebahagiaan saya adalah nomor satu." Perkataannya ini memberikan inspirasi bahwa bodohlah menggantikan kebahagiaan kita dengan perasaan sakit hati. Bodohlah mengubah sakit hati menjadi beban kehidupan. Mari, berlambatlah untuk cepat merasa sakit hati, artinya, jangan mudah tersinggung. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mengontrol emosiku, sehingga aku tidak lekas marah terhadap orang bodoh yang menyakitiku melalui sikap dan perkataannya. Amin. (Dod).