Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Kamis, 28 Desember 2023 - Pribadi yang berharga dan bermanfaat
Description
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Desember 2023
Bacaan:
"Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja." (Amsal 30:24-28)
Renungan:
Kecil-kecil cabe rawit merupakan peribahasa Indonesia yang artinya meskipun kecil, tetapi memiliki kemampuan; meskipun kecil, tetapi cerdik. Peribahasa itu bisa menjadi penambah semangat bagi seseorang yang secara fisik kecil, tetapi pintar atau berbakat. Peribahasa itu juga bisa menjadi peringatan bagi seseorang yang suka meremehkan orang lain. Selain itu mengingatkan semua orang untuk tidak menilai orang lain dari fisiknya saja.
Sesuai dengan peribahasa di atas, Alkitab mencatat tentang hewan yang kecil dan lemah, namun pandai sehingga hidupnya bisa dikatakan berhasil yaitu, “Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:
semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,
pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,
belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,
cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja." Kecerdikan semut terlihat dalam mengantisipasi masa depannya, yaitu dengan menyiapkan makanan di musim panas, karena di musim dingin mereka akan kesulitan mendapatkan makanan. Tidak ada seorang pun yang memimpin atau mengorganisir mereka, namun mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh. Kecerdikan pelanduk terlihat dalam upayanya mencari tempat tinggal yang aman, jauh dan tersembunyi dari binatang yang akan menyerangnya. Sebuah lubang di bukit berbatu adalah tempat yang sempurna bagi mereka. Kecerdikan belalang terlihat dari kerja sama dan kerapiannya saat membentuk barisan yang menjadi semacam tim yang siap melahap gandum atau padi. Bagi manusia khususnya petani gandum atau padi, belalang seperti ini merupakan ancaman yang besar. Kecerdikan cicak terlihat ketika mereka sabar menunggu mangsanya dan rela memanfaatkan kesempatan untuk berada di tempat yang tidak bisa dimasuki sembarang orang atau hewan lain.
Bukan suatu kebetulan kalau Tuhan menciptakan binatang-binatang dengan kecerdikan seperti itu. Maksud Tuhan ketika menciptakan binatang-binatang tersebut adalah supaya manusia bisa belajar dari mereka. Oleh sebab itu, marilah kita mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan kita dengan belajar dan bekerja dengan rajin serta hidup hemat. Marilah kita menjadi orang yang bisa bekerja sama dengan orang lain, sabar ketika harus menanti berkat Tuhan dan mau menggunakan kesempatan yang diberikan Tuhan secara maksimal. Dengan hidup seperti itu niscaya kita akan menjadi orang yang berhasil, tidak menggantungkan hidup kita kepada sesama sehingga tidak menjadi bahan hinaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku melakukan hal-hal yang membuatku sukses, sehingga aku bisa hidup mandiri, bahkan menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).