Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Senin, 13 November 2023 - Berani membuat keputusan dan melangkah maju
Description
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 November 2023
Bacaan:
"Jika aku masih hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia TUHAN? Tetapi jika aku sudah mati, janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya. Dan apabila TUHAN melenyapkan setiap orang dari musuh Daud dari muka bumi." (1 Samuel 20:14-15)
Renungan:
Ada seseorang yang pernah menulis, “Tertawa berisiko menunjukkan kebodohan. Menangis berisiko menunjukkan kecengengan. Bertemu dengan orang lain berisiko menunjukkan keterlibatan. Menunjukkan perasaan berisiko menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya. Mempresentasikan ide, impian di depan umum berisiko kehilangan mereka. Mencintai berisiko untuk tidak dicintai. Hidup berisiko mati. Berharap berisiko putus asa. Mencoba berisiko kegagalan. Dengan kata lain, segala keputusan dan tindakan yang kita ambil dalam hidup ini menghasilkan risiko."
Yonatan adalah pria yang dalam hidupnya berani menanggung risiko dari keputusan- keputusan yang diambilnya. Sebagai seorang calon pemimpin bangsa Israel di masa depan, dia ditantang oleh keadaan untuk memilih: Apakah akan mendukung ayahnya untuk membinasakan Daud atau membangun kerja sama dengan Daud? Jika dia mengikuti kehendak ayahnya untuk membantu membunuh Daud, risikonya dia akan terhitung sebagai musuh Tuhan. Kalau dia bekerja sama agar Daud luput dari Saul dan menjadi raja Israel, risikonya ia bisa dicap sebagai anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya, bahkan kehilangan kesempatan menjadi raja atas Israel.
Yonatan adalah anak yang sangat dekat dengan ayahnya, Alkitab melukiskan kedekatan itu demikian, "Tetapi Yonatan berkata kepadanya. Jauhlah yang demikian Itu! Engkau tidak akan mati dibunuh. Ingatlah, ayahku tidak berbuat sesuatu, baik perkara besar maupun perkara kecil, dengan tidak menyatakannya kepadaku. Mengapa ayahku harus menyembunyikan perkara ini kepadaku? Tidak mungkin!" (1 Sam 20:2). Ketika Yonatan yakin bahwa Saul memang telah membulatkan hati untuk membunuh Daud sahabatnya, pergumulan di dalam hatinya semakin berat. Namun, sikap takut akan Tuhan yang ada padanya, membuat dia mampu mengambil keputusan yang benar: Berpihak kepada kebenaran! Sikap takut akan Tuhan memampukan Yonatan berpikir panjang, hatinya tidak terbawa emosi. Di sisi yang lain, Yonatan memikirkan masa depan keluarga dan bangsanya. Karena itu ia memilih untuk membela Daud, karena dalam hal ini Daud sama sekali tidak bersalah. Yonatan menyadari bahwa Daud pasti diangkat Tuhan menjadi raja, karena itu ia memastikan bahwa Daud akan memberikan perlindungan kepada keluarganya, terutama jika ia telah tiada. Dalam ketulusan, Yonatan meminta Daud berjanji untuk setia memelihara keluarganya dan Daud pun menyanggupinya. Sebenarnya ada risiko lain dari keputusannya ini, Daud bisa saja tidak menepati janjinya tetapi Yonatan yang mengenal Daud mengambil risiko itu.
Dalam hidup ini banyak orang yang tidak berani melangkah karena takut akan risiko. Orang yang tidak berani mengambil risiko, tidak melakukan terobosan apa pun dalam hidupnya. Mintalah hikmat dari Tuhan di saat kita berhadapan dengan pilihan yang berisiko. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Ya Allah Roh Kudus, bimbinglah hati kami setiap hari, terutama ketika dihadapkan pada keputusan-keputusan yang sangat penting. Amin. (Dod).