Episode Details

Back to Episodes
Edisi Hari Rabu, 25 Oktober 2023 - Lakukan hal sederhana dengan Cinta yang Besar

Edisi Hari Rabu, 25 Oktober 2023 - Lakukan hal sederhana dengan Cinta yang Besar

Published 2 years, 7 months ago
Description

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Oktober 2023


Bacaan:

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." (Matius 5:13)


Renungan:

Tiga belas tahun lalu, tepatnya di bulan Oktober saya membeli sebuah handphone blackberry second. Ketika saya melihat bahwa blackberry tersebut bisa digunakan untuk mengirim pesan langsung ke banyak orang, lalu saya mencoba mengirimkan doa pagi ke murid-murid saya. Kemudian atas usulan seorang murid, saya mencoba membuat renungan satu paket dengan bacaan firman Tuhan, renungan berdasarkan pengalaman sehari-hari dan doanya. Tujuan saya sederhana, yaitu supaya murid-murid bisa membaca satu ayat firman Tuhan setiap hari. Akhirnya tanggal 25 Oktober 2010 saya mulai mengirimkan renungan yang saya beri nama "Kencan Dengan Tuhan". Setiap hari jam 05.00, saya menyebarkan renungan tersebut melalui hp saya keberbagai media sosial yaitu FB, instagram, WA dan Line. Awalnya hanya melalui tulisan saja. Setelah itu saya mulai merekam dalam bentuk audio, lalu ada teman yang berbaik hati menawarkan untuk membuat Spotify nya. Kemudian ada orang tua murid yang berbaik hati membuatkan youtubenya dengan rekaman suara saya. Akhirnya pada tahun 2021 lalu, atas kemurahan Tuhan melalui orang-orang baik yang Tuhan kirimkan pada saya, Kencan Dengan Tuhan mendapat Piagam Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI. Kini Kencan Dengan Tuhan sudah 13 tahun menjadi bacaan harian untuk mengawali setiap hari baru dari banyak orang bukan hanya di Indonesia tapi juga orang-orang Indonesia yang ada di berbagai negara.

Tuhan Yesus melalui bacaan di atas, menjadikan kita sebagai garam dunia. Mengapa Yesus memilih kita menjadi garam dunia bukan permata atau berlian dunia yang lebih mahal? Ternyata garam walaupun terkesan murah tetapi ada satu hal yang menarik perhatian Yesus, yaitu garam mampu memberi rasa. Inilah tujuan Yesus menjadikan kita garam dunia, yaitu agar kita dapat memberi rasa, memberi dampak dan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar. Kita tidak perlu menjadi kaya, terpandang, menjadi pejabat, atau memiliki keahlian tertentu dulu supaya mampu memberi rasa atau dampak bagi sesama. Ketika Yesus memberi kita tugas menjadi garam dunia, itu artinya ia sudah memberi kemampuan kita untuk bisa melakukannya. Maka melalui senyuman, sapaan, perhatian, kepekaan hati dan hal-hal sederhana lainnya yang membuat orang lain merasa nyaman dan terbantu dengan kehadiran kita, kita sudah memberi rasa kepada mereka. Saya mengutip perkataan dari Mother Teresa, "Kita merasa apa yang kita lakukan tak lebih hanya ibarat setetes air di lautan. Tetapi, lautan itu sendiri merasa kurang tanpa adanya tetesan yang hilang itu."

Saya sudah memulai dengan Kencan Dengan Tuhan, yang tanpa saya sadari sudah memberkati banyak orang. Kini saya mengajak anda semua untuk juga bisa memberi rasa kepada orang-orang yang ada di sekitar anda, baik melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatan yang baik, karena "Dalam kehidupan ini ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar." (Mother Teresa). Terima kasih atas kesediaannya untuk setia membaca, mendengarkan dan menyebarkan Kencan Dengan Tuhan setiap hari. Tuhan Yesus memberkati.


Doa:

Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat memulai hidupku untuk memberi rasa bagi orang-orang di sekitarku. Sehingga melalui kehadiranku, nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Listen Now

Love PodBriefly?

If you like Podbriefly.com, please consider donating to support the ongoing development.

Support Us