Episode Details
Back to Episodes
Edisi Hari Selasa, 19 September 2023 - Benturan dan gesekan yang membentuk kepribadian Indah
Description
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 19 September 2023
Bacaan:
"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17)
Renungan:
Di dalam bengkel, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah gerinda. Gerinda berfungsi untuk mengikis, memperhalus permukaan dan
mempertajam alat-alat potong. Ketika gerinda dan benda yang hendak dikikis bertemu, maka akan terdengar bunyi gesekan keras, terlihat percikan bunga api dan benda tersebut menjadi panas. Memang terasa tidak nyaman, tetapi hasil akhirnya sungguh indah. Permukaan yang semula kasar menjadi halus. Bagian buruk dari benda itu dihilangkan bahkan dibentuk menjadi indah. Alat-alat potong yang tumpul bisa menjadi tajam kembali. Pesan moral bagi kita semua adalah bahwa dengan cara yang sama kehidupan ini membentuk karakter kita, memperhalus tabiat kita dan mempertajam kehidupan kita serta menjadikan hidup lebih indah. Terkadang Tuhan memakai orang-orang di sekitar kita untuk menjadi batu gerinda bagi kita, dan mungkin juga tanpa kita sadari kita menjadi batu gerinda bagi orang lain. Kita saling menggesek, membentuk memperhalus, mempertajam dan memperindah. Prosesnya memang tidak menyenangkan tetapi jika melihat hasil akhirnya, semua proses itu terlihat sungguh layak. Seringkali kita menjadi frustasi pada saat kita berhadapan dengan atasan yang galak dan kaku, rekan kerja yang tidak menyenangkan, pelanggan yang menyebalkan. Namun di atas semua itu tetaplah bersyukur untuk semua orang-orang sulit yang ada di sekitar kita, sebab mereka sudah menjadi batu gerinda bagi kita.
Penulis kitab Amsal menulis, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Ribuan tahun lalu Alkitab sudah menuliskan tentang kebenaran ini, yakni orang akan menajamkan orang. Jika demikian, yang perlu kita awasi adalah sikap kita ketika terjadi gesekan. Tentu kita semua pernah mengalami gesekan yang tidak menyenangkan bukan? Sekarang coba kita ingat-ingat kembali, sudah benarkah sikap yang kita ambil? Atau justru kita bereaksi secara negatif, yang menyebabkan hubungan menjadi tidak baik? Kita harus menanamkan dalam hati bahwa gesekan yang terjadi bertujuan untuk memperindah dan mendewasakan karakter kita. Dengan demikian kita harus memaksa diri untuk bereaksi dengan benar, walaupun ini berarti kita harus melepaskan ego kita, atau mungkin juga kita harus melepasan hak-hak kita dan bahkan kita harus mengesampingkan perasaan kita.
Oleh karena itu marilah bereaksi dengan benar. Jadikan momen gesekan yang tidak menyenangkan itu untuk menunjukkan keindahan dan kedewasaan kepribadian kita. Dengan demikian semakin banyak gesekan yang terjadi semakin indah dan dewasa kepribadian kita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, aku tahu bahwa aku pasti akan menghadapi gesekan dengan sesamaku. Tolonglah aku agar dapat bereaksi dengan benar sehingga kepribadianku semakin indah di hadapan-Mu. Amin. (Dod).